• Terbaru
  • Populer

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

30 Maret 2025

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025

H Dadang Juhata Kesatria dari Kuningan Jawa Barat

10 Februari 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Minggu, 7 Juni 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Berita Umum

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
30 Maret 2025
dalam Berita Umum
A A
146
VIEWS

Pada umumnya, pendidikan pesantren dikategorikan ke dalam dua atau tiga macam. Pertama, pesantren tradisional yang sering diidentikkan dengan kitab kuning atau sering pula disebut turats. Kedua, pesantren modern yang diidentikkan dengan dasar pendidikan bahasa, Arab dan Inggris. Dan, ketiga, pesantren semi. Semi tradisional sekaligus semi modern sebagaimana dimaksud di atas.

Di sini, jika dilihat dari sudut keilmuan, kategori pesantren demikian kurang tepat. Karena, perbedaaan dan pembedaan dari kategori tersebut lepas dari akar epistemologi keilmuan yang berkembang di kalangan kaum muslimin.

ArtikelLainnya

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025
148

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025
170

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025
192

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025
158

Jika ditarik lagi lebih ke belakang, ibarat era umat Islam awal yang hanya mengenal literasi (sastra) sebelum era mengenal filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal ini bukan berarti umat Islam tidak mengenal ilmu dan pengetahuan, melainkan umat Islam sendiri yang belum siap menerima ilmu pengetahuan tersebut secara sistematis.

Pendidikan Tradisional versus Modern

Penddidikan tradisi tentu berkaitan erat dengan pelestarian tradisi sebagaimana ritual sholat lima waktu, puasa, hari raya, dan tradisi-tradisi adat istiadat lainnya yang diselenggarakan secara lestari dari waktu ke waktu yang tetap.

Pendidikan tradisional bertumpu pada sastra dalam artian luas. Sebagaimana pendidikan tradisional, terutama pesantren, mendasarkan keilmuan yang bersumber pada kitab suci, Al Quran. Dari kitab suci tersebut lahirlah tradisi-tradisi turunan seperti tafsir, hukum, susastra, ta’wil, dan yang terkait dengan teks Al Quran sehingga membentuk sebuah disiplin ilmu tertentu. Dari sini, tradisional atau tidaknya sebuah pondok pesantren dapat dilihat. Selama studi dan keilmuan yang diangkat masih terkait dengan teks Al Quran, maka dapat dikategorikan tradisional.

Sementara modern, sebagaimana dipahami sebagai “mind of state”, kerangka berpikir rasional sesungguhnya tidak bisa dikatakan modern, selama masih terikat dengan teks Al Quran. Entah, itu dengan menggunakan bahasa asing sebagai alatnya. Selama masih terikat secara tekstual, tidak bisa dikatakan modern. Sebab, modern dalam pengertian awalnya adalah sesuatu yang baru, terlepas dari masa lalunya, teks Al Quran.

Dengan demikian, jika dilihat dari sudut kritik ilmu atau epistemologi, hal demikian akan sangat berbeda. Ilmu dalam pengertian objektif dan subjektif. Ilmu-ilmu objektif adalah ilmu yang muncul atau bersumber dari manusia, sang subjek, seperti ilmu alam, ilmu sosial, ilmu humaniora, dan ilmu-ilmu yang memang disebut sebagai ilmu-ilmu modern.

Sementara ilmu-ilmu subjektif adalah ilmu yang dilahirkan dari sang subjek. Dalam hal ini susastra. Ilmu yang didasarkan dari sang subjek. Subjek bagi kitab suci adalah Allah yang diturunkan kepada manusia. Manusia yang melanjutkan Kalam Allah tersebut bersifat subjektif, entah kapasitasnya sebagai ahli bahasa, ahli tafsir, atau ahli sastra.

Latar Belakang KHM Yusuf Hasyim

KHM Yusuf Hasyim memiliki latar belakang militer. Dia mengikuti program militer setelah kakaknya, KHA Wahid Hasyim, mendapat fasilatas pemerintah Jepang untuk membentuk laskar-laskar guru agama dan pesantren.

Ketika Beliau mendapat mandat kepemimpinan di Pesantren Tebuireng, Beliau mengembangkan pola pelestarian dan eksitensi Pesantren Tebuireng. Sebagai pesantren tradisional, Beliau mendirikan sebuah wadah bagi santri-santri senior ke dalam sebuah majelis (dewan kiai) yang diberi nama Majelis Tarbiyah wat Ta’lim. Dewan kiai yang terdiri dari santri-santri senior tersebut yang kemudian menjaga dan melestarikan tradisi kitab kuning di Pesantren Tebuireng secara subjektif.

Sementara KHM Yusuf Hasyim sendiri mendirikan sekolah-sekolah yang berbasis pada ilmu-ilmu objetif sebagaimana tersebut di atas dengan memasukkan materi pelajaran ilmu-ilmu eksakta. Ilmu-ilmu yang sering disebut sebagai ilmu umum. Ilmu yang tidak terikat atau terkait dengan susastra tradisional (kitab suci Al Quran dan turunannya) yang mendasarkan diri pada subjektivitas otoritas atau pembacanya.

Pada masa awal, pola yang dikembangkan oleh KHM Yusuf Hasyim sangat ditentang oleh kiai-kiai di sekitar Kabupaten Jombang sekitarnya. Sehingga memunculkan penolakan-penolakan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena, dianggap telah menyalahi aturan-aturan pendidikan tradisional pesantren.

Namun, berkat keuletan KHM Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng mengalami kemajuan ketika mampu bersikap akomodatif terhadap ilmu-ilmu umum yang dianggap “kafir”. ilmu-ilmu yang dibawa oleh Belanda karena dianggap kafir yang tidak layak untuk dipelajari di pesantren. Justru, dengan kemampuan KHM Yusuf Hasyim pada tataran epistemologi ini, dianggap memiliki ciri “state of mind” yang mendasari modern sesungguhnya. Kemampuan kompleks yang mampu bersikap subjektif di satu sisi sekaligus objektif pada sisi yang lain.

Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan resmi di Indonesia memang patut untuk dijadikan pahlawan secara institusional dalam menjaga kelestarian pendidikan, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka. Namun, secara personal, sosok KHM Yusuf Hasyim adalah pembaharu yang mampu menjaga eksistensi dan kelestarian keilmuan dan kelembagaan pesantren di Indonesia.

Kebumen, 30 Ramadhan 1446 H.

Artikel sebelumnya

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

Artikel berikutnya

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025
158

Dalam menghadapi resesi global akibat perang yang hampir tak berkesudahan, beberapa kesiapan diantaranya ketahanan pangan adalah pilihan program yang menjadi prioritas...

Selanjutnya

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025
148

Berbekal dari semangat dan hobi menjelajahi alam, tak dinyana menjadi kegiatan profesi yang menghasilkan. Apri Pujianto menjadi salah satu fotografer yang...

Selanjutnya

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025
166

Beragam kenikmatan yang diberikan oleh Allah Taala jarang diketahui kita orang muslim. Bahkan, kenikmatan di balik musibah tidak pernah disadari. Dengan...

Selanjutnya

H Dadang Juhata Kesatria dari Kuningan Jawa Barat

10 Februari 2025
203

Diiringi rintik hujan di hari minggu sore, akhirnya kami tiba di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bersama tim akhirnya kami sampai di kediaman...

Selanjutnya

Pengaruh Media Massa dalam Menciptakan Citra Positif

4 Desember 2024
186

Media massa merupakan suatu bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui media massa yang semakin terus berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan...

Selanjutnya

Petunjuk dan Mukjizat Al Quran (1)

24 Oktober 2024
143

Subuh kali ini berbeda. Saya salat di stasiun Gambir. Kedua kalinya, saya menginjakkan kaki di ibukota. Walau bagi sebagian orang ini...

Selanjutnya

Pesantren Sukunsari Kembangkan Program Santri Advance

14 Mei 2024
160

Melihat peta potensi pesantren yang kian diminati oleh masyarakat, maka diperlukan pula strategi yang harus mumpuni untuk mengikuti perkembangan zaman. Sedianya,...

Selanjutnya

Silaturahim Gubernur Aceh Abdullah Puteh ke Pesantren Sukunsari

13 Mei 2024
195

Seusai salat Isya, terdengar suara dering nada panggilan di handphone K.H. Uki Marzuki, pengasuh Pesantren Sukunsari, Kabupaten Cirebon. Pesantren Sukunsari adalah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply