• Terbaru
  • Populer

Pengaruh Media Massa dalam Menciptakan Citra Positif

4 Desember 2024

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Berita Umum

Pengaruh Media Massa dalam Menciptakan Citra Positif

Terhadap Keanekaragaman Budaya Indonesia

Aufal Marom Ditulis oleh Aufal Marom
4 Desember 2024
dalam Berita Umum
A A
178
VIEWS

Media massa merupakan suatu bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui media massa yang semakin terus berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan mudah dan cepat di masyarakat. Informasi dalam bentuk apapun dapat disebarluaskan dengan sangat mudah dan cepat. Aliran informasi yang cepat menyebabkan kita tidak mampu untuk menyaring pesan yang datang. Akibatnya, tanpa sadar informasi tersebut sedikit demi sedikit telah mempengaruhi pola tingkah laku, cara pandang, gaya hidup, serta budaya dan sosial ekonomi suatu bangsa. Saking kuatnya pengaruh budaya massa sampai ada pepatah yang mengatakan “Siapa yang menguasai dunia informasi maka dialah yang akan menguasai dunia”.

Seorang tokoh komunikasi, Everett M. Rogers menjelaskan ada empat kategori media yang berkembang di tengah masyarakat yang disebutnya sebagai New Communication Technology, yang banyak mempengaruhi kehidupan manusia, yaitu media tulisan (writing), media cetak (printing), media telekomunikasi (telecommnication), dan media komunikasi interaktif (interactive communication).

ArtikelLainnya

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025
145

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025
166

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025
169

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025
167

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya dan bahasa yang sangat banyak dengan ciri khas yang berbeda satu sama lain, dan ketika keanekaragaman dan kekayaan itu menyatu menjadi satu bangsa, maka yang muncul adalah sebuah keindahan, Maka, dalam hal ini, media massa memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk citra positif tentang keanekaragaman budaya Indonesia dan memperkuat rasa bangga akan identitas suatu budaya karena media massa memiliki kekuatan untuk menyebarkan informasi tentang keanekaragaman budaya Indonesia secara cepat dan luas. Melalui berita, program dokumenter dan publikasi lainnya, Media massa dapat menyajikan cerita-cerita tentang keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Misalnya. melalui artikel liputan berita tentang festival budaya, tarian tradisional, atau kuliner khas daerah dan manfaatnya bagi masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman budaya yang ada di Indonesia dan hal tersebut bisa memperkuat toleransi antarbudaya. Media juga dapat menghadirkan berbagai pandangan tentang keanekaragaman budaya Indonesia dalam bentuk program acara televisi, film, atau konten digital, Media massa dapat memperlihatkan kehidupan sehari-hari masyarakat dari berbagai suku, agama, dan daerah. Hal tersebut telah membantu untuk menghilangkan prasangka atau pandangan yang ada di masyarakat terhadap kelompok budaya tertentu, dan media massa juga dapat menunjukkan kekayaan dan keunikan suatu budaya sehingga menciptakan rasa bangga dan pemahaman yang lebih dalam tentang keanekaragaman budaya di Indonesia.

Teori Kultivasi (Cultivation Theory)

Teori kultivasi (Cultivation Theory) pertama kali dikenalkan oleh George Gerbner ketika ia menjadi dekan Annenberg School of Communication di Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Tulisan pertama yang memperkenalkan teori Living with Television: The Violence Profile, di Journal of Communication. Teori tersebut mendeskripsikan bahwa media menghasilkan sebuah pengaruh terhadap sebagian masyarakat yang menganggap dunia nyata (kehidupannya sehari-hari) berjalan sesuai dengan dunia yang digambarkan oleh media. Ataupun sebaliknya, menganggap bahwa dunia dalam media itu adalah realita. Sebagai contoh, anak-anak yang secara konsisten menyaksikan liputan mengenai penculikan anak akan menganggap penculikan tersebut bisa saja terjadi, sehingga ia memiliki rasa ketakutan yang  berlebihan dibandingkan anak-anak yang tidak menonton liputan tersebut.

Dari penjelasan teori di atas dapat dikatakan: media massa dapat mempengaruhi perilaku, sikap, dan persepsi individu mengenai keanekaragaman budaya Indonesia. Misalnya, jika media massa secara konsisten menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia dalam sebuah bentuk yang positif, maka individu akan lebih memiliki persepsi positif tentang keanekaragaman budaya Indonesia. Sebaliknya, jika media massa secara konsisten menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia dalam sebuah bentuk yang negatif, maka individu akan lebih memiliki persepsi negatif tentang keanekaragaman budaya Indonesia.

Maka dari itu, selaku genersi muda penerus bangsa, sebagai generasi yang paling tinggi dari media sosial yang memiliki kekuatan untuk menggunakan media sosial, internet, dan berbagai media digital lainya untuk mempromosikan budaya Indonesia dan mengubah gaya hidup masyarakat dengan cara memperkenalkan budaya dengan platform media sosial yang trending, seperti Tiktok, Youtube, dan Instagram. Generasi muda dapat membuat konten yang menampilkan budaya Indonesia, seperti seni tari, musik tradisional, dan kuliner lokal. Konten ini dapat disebarkan melalui platform-platform sosial tersebut untuk mencapai lebih banyak masyarakat.

Dengan demikian, media massa dapat merubah gaya hidup atau budaya lokal setempat, dengan cara mempengaruhi  cara berpikir suatu kelompok atau kalangan masyarakat tertentu agar menyukai atau mengikuti suatu hal yang baru atau asing bagi mereka.

Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi cara berpikir masyarakat yang mendapatkan informasi, dalam teori agenda setting, yang menjelaskan: media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi agenda publik dan membentuk cara berpikir masyarakat terpapar informasi. Dengan memilih dan menampilkan berita yang penting, media massa dapat mempengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat. Media massa juga dapat membantu mengembangkan budaya kritis yang mampu merespons dinamika budaya populer yang terus berubah dengan cara memperingkatkan pemahaman masyarakat tentang budaya lokal setempat dan memperingkatkan nilai-nilai budaya yang positif. Hal tersebut dapat membuat masyarakat lebih tahu dan paham tentang budaya lokal setempat, serta memperingkatkan keanekaragaman budaya yang positif.

Di samping, peran media massa sebagai pendorong perubahan masyarakat ini menjadi sangat penting , media massa bisa menjadi pedang pembunuh dan meriam pembantai atau di sisi lain media massa juga bisa menjadi merpati yang menyampaikan pesan perdamaian. Dan, gunakanlah media massa dengan bijak agar tercipta citra positif tentang keanekaragaman budaya Indonesia yang dapat diwariskan sampai generasi selanjutnya.

Muhammad Aufal Marom

Tag/kata kunci: Budayakomunikasi
Artikel sebelumnya

Petunjuk dan Mukjizat Al Quran (1)

Artikel berikutnya

Komunitas sebagai Medan Kerja dan Belajar

Aufal Marom

Aufal Marom

Artikel Lainnya

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025
158

Misi perekonomian di masa sulit adalah solusi yang hendak dikembangkan oleh Efriadi Suhendri maju pada Konfercab PCNU Lubuklinggau ke-6. Mantan Ketua...

Selanjutnya

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025
144

Dalam menghadapi resesi global akibat perang yang hampir tak berkesudahan, beberapa kesiapan diantaranya ketahanan pangan adalah pilihan program yang menjadi prioritas...

Selanjutnya

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025
164

Inginkan Hadratussyekh Selalu Hadir Bagi kalangan santri, kehadiran seorang kiai adalah suatu kebanggaan dan kemuliaan tersendiri. Baik di kala masih masih...

Selanjutnya

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
216

Dengan mengusung tagliine “Bangga Menjadi Santri Hadratussyekh”, lima tokoh alumni Pesantren Tebuireng sepakat dan siap maju bersama dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah...

Selanjutnya

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025
147

Berbekal dari semangat dan hobi menjelajahi alam, tak dinyana menjadi kegiatan profesi yang menghasilkan. Apri Pujianto menjadi salah satu fotografer yang...

Selanjutnya

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

30 Maret 2025
144

Pada umumnya, pendidikan pesantren dikategorikan ke dalam dua atau tiga macam. Pertama, pesantren tradisional yang sering diidentikkan dengan kitab kuning atau...

Selanjutnya

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025
158

Beragam kenikmatan yang diberikan oleh Allah Taala jarang diketahui kita orang muslim. Bahkan, kenikmatan di balik musibah tidak pernah disadari. Dengan...

Selanjutnya

H Dadang Juhata Kesatria dari Kuningan Jawa Barat

10 Februari 2025
189

Diiringi rintik hujan di hari minggu sore, akhirnya kami tiba di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bersama tim akhirnya kami sampai di kediaman...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Komunitas sebagai Medan Kerja dan Belajar

H Dadang Juhata Kesatria dari Kuningan Jawa Barat

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply