• Terbaru
  • Populer

Pola Kepemimpinan di Pesantren Bejaten

29 Juli 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Daerah

Pola Kepemimpinan di Pesantren Bejaten

Membaca Kearifan Orang Tua

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
29 Juli 2022
dalam Daerah
A A
230
VIEWS

Dari data Badan Pertanahan Nasional mungkin dapat dilacak sejarah tanah di Desa Bejaten.

Periode Rintisan (…-1937)

Desa Bejaten mulai dibuka diperkirakan pada abad ke-19 ketika terjadi geger Keraton Surakarta yang dipicu oleh berbagai gelombang politik, terutama tuntutan Adipati Mangkunegara atas wilayah kekuasaannya. Disusul kemudian perlawanan Pangeran Dipanegara dan Nyi Ageng Serang yang memakan waktu lama di wilayah Magelang, Salatiga, Semarang, dan Boyolali.

Raden Surawijaya adalah sosok penting terbukanya wilayah Bejaten yang meliputi Mranggen, Bejaten, Giling, Padaan, hingga Kauman. Setelah Raden Surawijaya menikahkan KH Hasan Munawar dan puterinya, maka babak Bejaten sebagai desa pesantren baru dimulai. Pada periode ini, dualisme kepemimpinan Raden Surawijaya dan putera menantunya, KH Hasan Munawar, menjadi cikal tatanan pesantren pada masa-masa berikutnya.

ArtikelLainnya

hukum perceraian

Jembatan Emas yang Kian Rapuh

31 Mei 2023
154

Masih Asri dan Alami, Air Terjun Coban Binangun

30 Mei 2023
228
Buku Samber Nyowo

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

6 April 2023
217

Bukit Sulap sebagai Istana Masa Lalu Lubuklinggau

11 November 2022
1.2k

Kepulangan KH Abdullah Umar (1895-1937) dari mesantren di Mekah telah mengambil peranan penting dari pola kepemimpinan kakek dan ayahnya. Ia merenovasi masjid, sumber air, dan membuka pengajian-pengajian kitab kuning secara intensif selayaknya pesantren-pesantren salaf di Pulau Jawa. Tidak ada nama pesantren secara administratif, sama halnya seperti Pesantren Tebuireng, Pesantren Ploso, Pesantren Tegalrejo, dan lain-lain. Pesantren, meskipun memasuki masa Undang Undang Ordonansi dari Belanda tapi tidak sedikit yang terdata oleh Pemerintah Hindia Belanda, karena menjadi ajang perlawanan. Demikian, Pesantren Bejaten hanya sebatas nama seperti pesantren-pesantren lainnya hingga masa KHM Abdillah mendirikan yayasan.

Periode Transisi dan Kaderisasi (1937-2019)

Pola kepemimpinan pesantren di Bejaten menggunakan model imamah. Artinya, imam masjid adalah pemimpin pesantren. Model kepemimpinan ini umum berlaku di pesantren-pesantren di Pulau Jawa, kecuali Pesantren Tebuireng. Meskipun, Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari seorang yang alim, tetapi dalam hal imam sholat, ia memberi jadwal bergilir bagi santri-santri seniornya untuk mengimami sholat, terutama santri yang fasih dan hapal Al Quran. Begitu pula, pada aspek aspek kepemimpinan lain seperti thariqah dipasrahkan kepada santrinya, KH Adlan Aly, dan kepemimpinan madrasah kepada KHA Wahid Hasyim dan KH Mahfudz Siddiq.

Setelah KH Abdullah Umar wafat, proses transmisi dan tradisi sedikit berubah di Pesantren Bejaten. Hal ini terlihat ketika KH Affandi mengambil alih sementara kepemimpinan, karena KHM Zainuddin dan adik-adiknya belum beranjak dewasa. Sementara KHA Zainal Abidin, kakaknya, sudah menikah dan hijrah ke Candirejo, Kecamatan Tuntang.

Kedekatan KH Affandi dan KHM Zainuddin tidak sekadar hubungan kakak dan adik ipar. Suami Hj Naimah binti KH Abdullah Umar tersebut sekaligus menjadi guru KHM Zainuddin. Pernah, KHM Zainuddin suatu ketika mengikuti kakak iparnya ke Ambarawa untuk belajar mengaji.

Kelebihan yang dimiliki KHM Zainuddin adalah sosok yang tidak pernah diam. Selain suka lelaku dan kemampuan diplomasinya dari pesantren ke pesantren, ia memang seperti dipersiapkan oleh kiai kiai di Salatiga sebagai sosok pemimpin.

Ia sempat menjadi Ketua DPRD GR Kabupaten Semarang karena terjadi peristiwa pembubaran Konstituante (dewan hasil Pemilu 1955) pada tanggal 5 Juli 1959 oleh Dekrit Presiden sehingga ia “kejatuhan duren runtuh” untuk duduk di kursi DPRD GR. Tapi, sebagai sosok yang menonjol karena langka pada zamannya, maka KHM Zainuddin sebagai sosok organisatoris memang diperhitungkan. Apalagi NU setelah menjadi Partai Nahdlatul Ulama (PNU) memiliki tingkat resistensi yang tinggi karena keluar dari Partai Masyumi. Dengan demikian, persaingan politik pada masa itu tidak hanya berhadapan dengan PKI yang cenderung agresif, melainkan pula terhadap Partai Masyumi. Komunikasi dan hubungan KHM Zainuddin dengan pimpinan PKI Kabupaten Semarang pada saat itu terjalin baik sebagai sama sama anggota DPRD GR.

KHM Zainuddin wafat pada 1969, ketika puteri ragilnya, Umi Kulsum, lahir. Ia tahu, saudaranya banyak dan harus berbagi wewenang dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Kiprahnya di organisasi dan partai politik, apalagi pernah mendapatkan pelatihan militer, dapat melihat masa depan dan jangkauan yang luas.

Dalem Kasepuhan Lor sebagai rumah pusaka peninggalan KH Abdullah Umar memang dipersiapkan untuk pemangku agama dengan otoritas sebagai ulama. Maka, tidak heran, jika kemudian KHM Zainuddin dengan sungguh sungguh memondokkan adiknya, KHM Abdillah, hingga menjadi benar benar alim.

Sementara Dalem Kasepuhan Wetan yang didirikannya seperti dipersiapkan untuk langkah langkah strategis perjuangan Pesantren Bejaten dalam pergerakan dan bersifat eksekutif.

Hal ini tidak heran, karena merupakan konsep umum di kalangan kiai, terutama di Jawa Tengah. Di atas makam KRT Nitinagara (Raden Ahmad) Gogodalem, terdapat makam ulama Al Quran, Syekh Jamaluddin. Makam Mbah Wali Nyatnyono (Hasan Munadi) sebagai ulama dan puteranya, Hasan Dipuro, sebagai pejabat eksekutif negara. Serta, makam Syekh Mutamakkin sebagai ulama dan makam RM Rangga sebagai pejabat eksekutif. Ciri ciri dualisme kepemimpinan ulama ini yang dipakai oleh PBNU melalui Rois Syuriah yang memegang kebijakan dan Tanfidziyah sebagai pejabat eksekutif.

Periodisasi Kepemimpinan Kolektif (2019-….)

Dalam organisasi atau lembaga yang besar, pola kepemimpinan tersebut memang tidak tunggal. Duet kepemimpinan KH Zaenal Muttaqien dan KHM Abdillah fokus pada pesantren dan pemerintahan desa. Keterlibatan di organisasi dan partai politik tidak seintensif seperti pada masa KHM Zainuddin. Hal ini wajar mengingat peran politik NU dikancah nasional sedang surut pada masa Orde Baru.

Maka, jika mengaca kepada pola kepemimpinan di Pesantren Tebuireng dan Pesantren Ploso, akan tampak sekali perbedaan perbedaan. Kepemimpinan Pak Ud (KHM Yusuf Hasyim) bersifat eksekutif dan leluasa berpolitik. Sementara kepemimpinan pesantren, Pak Ud membentuk sebuah organisasi dewan masyayikh. Sehingga politik dan Kepesantrenan tetap berjalan seimbang. Berbeda dengan pola kepemimpinan Pesantren Ploso, ketika ditinggal wafat KH Djazuli Usman, semua putera puterinya membentuk dewan masyayikh. Sehingga peran peran politik Pesantren Ploso sangat jauh berkurang. Hanya terkonsentrasi pada pesantren.

Seperti Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) berkata, “Pesantren akan tumbuh alami. Tidak perlu di-grow up secara berlebihan.” Pesantren akan menemukan sendiri bentuknya.

Hal ini tampak setelah KH Zaenal Muttaqien dan KHM Abdillah wafat. Kepemimpinan kolektif hadir secara alami di Pesantren Bejaten. KH Afifuddin, KHM Adib Zen, KH Muhammad Hasyim, dan KHM Abdul Halim membentuk sebuah kepemimpinan kolektif secara alami. Sementara kepemimpinan eksekutif tampak pada diri Salafuddin Rofiq yang didukung oleh KHM Abdillah dan keluarga Bani Abdullah Umar, karena dianggap telah mewarisi watak, karakter, dan kepemimpinan KHM Zainuddin. Wallahul Musta’an.

Artikel sebelumnya

Kemajuan Organisasi dan Politik di Pesantren Bejaten

Artikel berikutnya

1 Muharram 1444: Saat Rehatkan Jiwamu

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

KADIN, APINDO, HIPMI Kabupaten Jombang Gelar Pelatihan Vokasi

10 Oktober 2022
184

KADIN (Kamar Dagang dan Industri), APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Jombang bekerja sama dengan KADIN Jerman...

Selanjutnya

Buruh Jombang Usul Libur Nasional Di Hari Berdirinya NKRI 18 Agustus

18 Agustus 2022
468

Berbagai macam cara mensyukuri nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Salah satunya adalah produsen air minum di Kabupaten Jombang memperingati hari...

Selanjutnya

Modus Tiket Bodong di Terminal Pantura

16 Agustus 2022
149

Kawasan paling tidak nyaman jika Anda bepergian dengan menggunakan kendaraan bis, akan Anda temukan di sepanjang Semarang Cirebon. Anda masih akan...

Selanjutnya

Layanan Prima BCA KCU Cirebon

14 Agustus 2022
297

Pandemi Covid -19 yang terjadi selama dua tahun lebih telah memporakporandakan semua sendi sendiri perekonomian di negeri tercinta ini. Tidak sedikit,...

Selanjutnya

KH Anang Mujab: FPB Rayakan Ultah ke-20

13 Agustus 2022
149

Purbalingga-Net26.id Pada Jumat malam Sabtu, 12/8/2022, diadakan acara peringatan 20 tahun FPB, Forum Purbalingga Bersih. Dalam acara tersebut, mengangkat tema "sampah...

Selanjutnya

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Manba’ul Huda Musi Rawas

6 Agustus 2022
234

Musirawas-Net26.id - Alam Kabupaten Musirawas sangat asri untuk didirikan pondok pesantren. Tercatat, setiap tahun terus bertambah pesantren pesantren baru. Pondok Pesantren...

Selanjutnya

Nasib Pendidikan di Indonesia dan Masa Depan Pesantren

4 Agustus 2022
173

Indramayu-Net26.id - Menjelang hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, 17 Agustus 1945, pendidikan masih memerlukan perhatian serius sebagai bahan refleksi....

Selanjutnya

KADIN Jombang Gelar Sosialisasi Vokasi

4 Agustus 2022
356

Jombang-Jatim.Net26.id - KADIN Kabupaten Jombang bersiap menindaklanjuti Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pelatihan Vokasi dan Pendidikan Vokasi dengan menggandeng...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

1 Muharram 1444: Saat Rehatkan Jiwamu

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply