• Terbaru
  • Populer

Bayi-bayi Tumbuh

14 Maret 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Bayi-bayi Tumbuh

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
14 Maret 2022
dalam Sejarah dan Sastra
A A
160
VIEWS

Masa-masa ketika kita masih bayi adalah masa-masa kesucian sekaligus kepolosan. Gerak-gerik kita waktu itu sama sekali tidak tersentuh oleh dosa-dosa. Juga tidak berkelindan dengan pahala. Karena di saat-saat yang lazimnya sangat membahagiakan bagi orang-orang tua itu kita belum terbebani sedikit pun oleh taklif dalam agama Islam.

Di masa-masa itu gerakan-gerakan kita adalah gerakan-gerakan kemalaikatan yang terlaksana secara otomatis. Begitu alamiah. Begitu sederhana. Waktu itu kita terlampau lugu untuk berurusan dengan pilihan-pilihan. Tidak ada asumsi, pun tidak ada persepsi pada diri kita. Episode nasib baru dimulai. Lembaran umur baru dibuka.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
248

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
171

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Hal yang paling menakjubkan di masa-masa itu adalah adanya rasa penasaran dan perhatian yang begitu kuat terhadap segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Semua jadi menarik. Semua jadi menyenangkan.

Kita memang tidak bisa mengingat dengan baik masa-masa yang masih orisinal itu. Akan tetapi kalau kita dengan seksama mengamati bayi-bayi yang kita jumpai, dulu pastilah kita tidak jauh berbeda dengan mereka.

Seandainya rasa penasaran dan perhatian terhadap segala sesuatu itu tetap terbetot pada diri kita walaupun kita sudah meninggalkan masa-masa bayi jauh di waktu-waktu silam, tentu kita akan tetap saja bergairah mengamati segala sesuatu yang kita hadapi. “Paradigma” bayi sungguh penting untuk sebisa mungkin dipertahankan pada fase-fase umur setelahnya.

Dan karena kita sudah tidak lagi hidup di masa-masa bayi, maka secara ideal dapat dipastikan bahwa kita sudah tidak lagi tertarik terhadap aneka rupa dan berbagai macam bentuk. Akan tetapi ketertarikan dan perhatian kita itu mesti lebih tertuju kepada dimensi-dimensi spiritual yang bertahta di balik setiap rupa dan bentuk, di balik segala penciptaan dan kehendak Tuhan terhadap semesta.

Kini, ketertarikan dan perhatian itu mesti kita fokuskan pada kreasi-kreasi Allah Ta’ala pada diri kita sendiri, juga pada berbagai macam makhlukNya di luar diri kita. Sebab, bukankah diri ini merupakan jalan terbentang yang menuju kepada hadiratNya? Bukankah pula segala sesuatu yang berada di luar diri secara hakiki merupakan “pengantar” yang mengindikasikan “alamatNya”?

Kita bisa merenungkan diri sendiri secara mendalam. Bagaimana kita bisa menjadi wujud? Dari mana sebenarnya kita ini datang? Di manakah asal-usul kita yang hakiki? Bagaimana bisa kita datang ke panggung dunia yang serba gaduh, penuh cingcong dan fana ini?

Sama sekali kita ternyata tidak terlibat dalam lika-liku proses wujud kita yang sekarang sedang kita rasakan dan nikmati ini. Seujung rambut pun tidak terlibat. Sungguh, betul-betul merupakan makhluk yang baru kita ini.

Seutas firman Allah Ta’ala mengungkapkan kepada kita tentang fase gua garba hakiki di mana di dalamnya kita tidak saja bukanlah apa-apa atau siapa-siapa, tapi sama sekali tidak ada sebutannya karena betul-betul belum mengalami wujud: “Sungguh, telah datang kepada manusia suatu masa dari bentangan waktu di mana mereka belum menyandang sebutan sama sekali,” (QS. Al-Insan: 1).

Dalam kitab tafsir sufistiknya yang sangat spektakuler, Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi (1165-1240) mengungkapkan bahwa jauh sebelum manusia mengejawantah dan mengalami wujud mereka sesungguhnya hanyalah merupakan “konsep” yang meringkuk di dalam samudra ketakterhinggan ilmu Allah Ta’ala. Akan tetapi karena belum menjadi bagian dari realitas, belum bisa dijamah dan ditelaah secara empiris, mereka sama sekali belum tersentuh oleh sebutan. Tidak ada idiom “manusia, orang, aku, engkau, dia, kita, kami, mereka, kamu dan kalian.”

Terhadap “konsep” dalam samudra ilmu Ilahi itulah “kun fayakun” hadiratNya diberlakukan dengan sejumlah proses dan tahapan untuk mewujudkan manusia yang konkret yang terdiri dari dimensi lahir dan batin sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Dengan pemahaman yang demikian, menyaksikan diri dan sesama sesungguhnya berarti menyelami kedalaman samudra ilmu Ilahi. Karena konsepnya jelas bahwa al-‘ilmu tabi’un lil ma’lum/ ilmu itu pasti sesuai dengan obyeknya. Artinya adalah bahwa “konsep” Allah Ta’ala tentang manusia sebelum munculnya manusia pastilah tidak melenceng dari realitas manusia yang menjadi pemandu perjalanan dan sejarah hidup ini.

Sungguh sangat menakjubkan kreasi Ilahi yang bernama manusia itu. Telinganya dilubangi oleh Allah, lalu bisa mendengar. Matanya dicekungkan sedikit, lalu bisa melihat. Diciptakanlah otak dan di “dalamnya” disemayamkan kemampuan untuk berpikir yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk yang lain. Diciptakanlah hati dan diberi kesanggupan yang sangat luar biasa sehingga ia bahkan sanggup menampung hadiratNya.

Takjub terhadap kemahaanNya di dalam membaca dan merenungi diri sendiri adalah membuka-buka kitab keilahian yang akan menunjukkan kepada kita berbagai macam jalan yang akan mengantarkan kita kepada “alamat” Allah Ta’ala.

Jika cahaya dan spektrum keilahian telah menyala pada diri kita, maka apa saja yang berada di luar diri secara otomatis akan menjadi aneka panorama kehadiran hadiratNya. Sungguh, sangat mengagumkan sekaligus menyenangkan. Wuallahu a’lamu bish-shawab.

______________

Keterangan foto: saat kami ziarah ke salah satu guru rohani, KH. Muhammad Zuhri, di Kajen Pati.

Penulis: Kuswaidi Syafiie
Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Bayi
Artikel sebelumnya

Rentang dan Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia

Artikel berikutnya

Syekh Ahmad bin Ismail Al Kurani

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
269

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
276

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
165

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
186

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Syekh Ahmad bin Ismail Al Kurani

Budaya Islam Rusia

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply