• Terbaru
  • Populer

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Hidup bukan tentang Kegagalan

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
23 April 2024
dalam Sejarah dan Sastra
A A
415
VIEWS

Puisi Rara Gendis Danerek

“Nanti, kamu turun di Stasiun Citayam, terus naik angkot, turun di Pondok Terong. Di sebarang pasar, ada Jalan K.H. Abdurrahman. Kamu ikuti jalan itu atau naik ojek. Lumayan jauh. Nanti, kamu ketemu jalan menurun. Perhatikan alamatnya!”

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
240

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
164

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
268

Memang, jalan itu lumayan jauh dan menyita. Tapi, pertemuan hanyalah “sessions” yang tidak pernah direncanakan. Dan, pertemuan itu untuk yang kedua kali setelah pertemuan pertama di Balai Budaya Cak Durasim di Surabaya. Di Surabaya, ia tiba tiba muncul dengan kegembiraan untuk menyaksikan awal yang baik. Surprise!

Di rumah kecil, di turunan, yang asri. Tersusun tanaman bunga, terong, pisang, dan jambu klutuk di halaman yang berukuran tidak besar sekira 4 x 5 meter. Di dalam rumah, tersusun pula buku buku susastra dan kain kain tenunan. Teriana Yantie Rahim. Nama asli yang diketahui setelah wafat. Lahir di Cempaka Putih, Jakarta, 8 Januari 1974. Orang orang mengenalnya dengan nama pena Rara Gendis, kadang digandeng nama marga suaminya, Rara Danerek. Tubuhnya mungil, meskipun jauh dari kata tengil. Dia sosok pembelajar dan sportif.

Dalam usia paruh baya menjelang 50an, ia menyebut demikian, masih aktif membangun komunikasi ke berbagai pihak yang sudah dijalinnya sejak lama. Mulai dari teman sekolah, teman seniman, teman usaha, hingga mertuanya di Swedia. Cita citanya membangun komunitas lansia yang produktif. Ia membaca, meriset, mengunjungi tempat tempat tertentu seperti panti asuhan dan kampus lansia. Setelahnya, ia membuka ruang dialog dan diskusi. Tidak malu malu, ia terus bertanya dan kadang merasa jengkel karena diacuhkan oleh suaminya. Ia mendapat “support” penuh, meskipun seolah tidak mendapat dukungan orang terdekat. Hubungan dialektis suami istri yang unik dan lucu.

Rara Gendis dikenal banyak kalangan karena jiwa humanisnya yang memikat. Kalau ada keterikatan dengannya sudah bisa ditebak karena hubungan itu.

Sejak muda dan menjalani pendidikan, ia sudah terbiasa hidup mandiri. Tinggal di kontrakan, meskipun ayahnya memiliki rumah yang cukup untuk mendidiknya secara langsung. Berbagai cara, ia melakukan hal yang dapat membuatnya bertahan. Mulai dari menjual buku hingga mencari objek dagangan yang menghasilkan. Sosok ayahnya yang mantan tentara sudah menempa dirinya untuk tidak mudah rapuh dan mampu bertahan di tengah kesulitan. Kendati, ia sangat preventif dalam pergaulan. Ia bebas menjalani hidup yang bertanggung jawab. Tidak pernah terpengaruh pada pergaulan negatif walaupun sering jatuh pada nadir terendah. Ia tumbuh kuat seperti ayahnya.

“Rara mcm putus syaraf inti. Tadi mlm kami msh gunting kain bersama dan dia bercanda. Tak Rasa apa2. 

Tidak ada jatuh atau kejadian khusus. 

My love. Better than I.”

Pesan suaminya terseranta pada tengah malam. Rara mengidap semacam bukan penyakit. “Aku bisa tegang dan kaku tiba tiba. Pernah, aku merasakan tubuhku kaku ketika naik KRL. Aku perlu duduk normal, mengambil nafas, dan mengulum permen. Tidak ada orang yang tahu kondisiku, kecuali aku benar benar jatuh pingsan,” ceritanya.

Dan, perjalanan itu menemui titik demi titik. Titik ketika berjuang menyelesaikan sekolah dan kuliah. Titik ketika ditinggal orang yang dikasihi dan mengasihinya. Titik ia harus mengambil kursus di Singapura lalu menjadi perawat rumah sakit di Eropa. Dalam paruh waktu, ia bekerja di perpustakaan di Swedia.

“Aku melintasi stasiun Kebumen, maaf tidak bisa mampir!” pesannya melalui seranta WA tengah malam ketika akan menghadiri undangan di Yogya.

Berkat kemandirian itu, ia dipercaya penuh oleh suaminya untuk bergaul dan melakukan apapun yang disenanginya. Dan, ia mulai merealisasikan ide idenya yang sudah tersusun bersama teman teman di dalam komunitasnya.

Ada keraguan untuk memulai. Ia mulai merangkai ingatan ketika masih aktif di Pasar Senen. Ia dekat dengan Sutardji dan sudah seperti ayahnya sendiri. Ia acap menenteng buku harian dan meninggalkan catatan catatan yang ditulis dengan tangan mungilnya. Dari situ, ia mulai mengenal Puisi dan menjalaninya.

Baginya, puisi seperti talu zikir yang dilantunkan secara terus menerus. “Setiap tarikan nafasku adalah puisi,” nyatanya. Dan, keraguan itu menghebat ketika puisi harus dinyatakan. Sebab, ada orang dan tidak sedikit orang yang mampu melantunkan puisi tapi tidak pernah dinyatakan secara verbal atau bahkan tertulis di dalam sebuah antologi. Kalaupun ia berhasil membuat sebuah buku kumpulan puisi bersama koleganya, itu buku pertama dan terakhir yang berhasil ia terbitkan dari serangkaian acara dan puisi yang sudah ia agendakan untuk beberapa “event”.

Rara tidak pernah mengenal kata menyerah. Ia selalu tersenyum dan berhenti berbicara ketika ada orang yang coba mendebatnya. Ia akan diam ketika topik sudah tidak nyambung. Ia tidak ingin menjadi beban ketika banyak orang menggantungkan harapan padanya.

“Oh Gusti, kalau nanti aku berangkat pulang

luapan tangis kesedihan jangan memberatkan kepergian

ringankan langkahku berkat doa dan amalan

harum ronce kenanga yang menyelimuti

biar jadi kenangan perpisahan

pancarkan cahya-Mu

pada wajah duka mereka yang kutinggalkan”

Batembat, 23 April 2024.

Artikel sebelumnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

Artikel berikutnya

Yayasan Alhikmah Grobogan Selenggarakan Khitanan Massal

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
174

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
274

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
163

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
185

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya

Sudah Saatnya Santri Dibekali Historiografi yang Cukup

8 April 2023
182

Belajar kisah dan sejarah nabi nabi tidak salah. Belajar kisah khalifah empat dan raja raja setelahnya juga tidak salah. Namun, salah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Yayasan Alhikmah Grobogan Selenggarakan Khitanan Massal

Tempat Sholat di Hati yang Bersujud

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply