• Terbaru
  • Populer

Aris Sumisdianto Berkah Menjadi Pelayan Santri

16 Maret 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 3 Maret 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Aris Sumisdianto Berkah Menjadi Pelayan Santri

Moh Syaiful Imron Ditulis oleh Moh Syaiful Imron
16 Maret 2021
dalam Sejarah dan Sastra
A A
262
VIEWS

Setelah lulus dari Sekolah Teknik Mesin (STM), pria asal Dampit Malang ini tiba-tiba ada keinginan memperdalam al-Quran.

Pada 1994, mondoklah ia di Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng di Jombang, menempati kamar Maqomin Amin (MA) 01 bersama sahabat Khoiron Niam.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
240

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
165

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Pendidikan pertama di MQ Tebuireng, Gus Aris, panggil saja demikian, masuk Sekolah Persiapan (SP) atau “Shifir al-Ula” dan “Shifir al-Tsani”. Jenjang kelas satu dan dua. Perlu diketahui, SP dulu tidak memandang umur kalau belum siap betul untuk masuk ke jenjang menengah (Tsanawiyah). Santri harus digembleng terlebih dahulu di SP yang sering kami plesetkan dengan sebutan “Sekolah Penerbangan”.

Gus Aris menempuh pendidikan di SP selama 2 tahun. Di bidang pendidikan al-Quran, ia diterima di kelas C9. Pada zaman saya disebut kelas “Naqis”. Ia setor bacaan “binnadhar” kepada Ustadz Samsul Anam dan melanjutkan setoran “bi al-ghaib”-nya kepada Cak Miftahul Huda (Yassalam). Gus Aris terakhir menyetor hafalan al-Qurannya kepada Kyai Tain di Dalem Beliau di Pesantren Tebuireng.

Setahun kemudian di MQ, Gus Aris ikut membantu menangani masalah nutrisi dan logistik santri yang dulu diberi nama Kopgor (Koperasi Gotong Royong) dan belakangan berganti nama menjadi Koperasi Jabo (Jasa Boga).

Bersama karibnya, Mas Yusmianto Ahmad, Gus Aris berjibaku bersama panasnya suasana dapur MQ. “Aku masak 1 kwintal beras ‘gae mangane’ santri MQ yang waktu itu berjumlah 950 orang,” ujarnya, mengenang bersama tim lainnya, berbagi tugas setiap dua hari sekali kerja.

Bagi Gus Aris, kamar MA 01 hanya sebagai tempat persinggahan untuk menyimpan pakain saja. Adapun kalau tidur, ia lebih nyaman di gudang, di atas tumpukan beras.

Aktifitasnya selama di MQ mulai jam 02.00 dini hari. Gus Aris sudah bangun memasak air untuk menanak nasi dengan dandang berukuran jombo, bahkan untuk membolak-balik beras (ngaru) digunakan sekop. Alat yang biasa digunakan untuk mengaduk pasir.

Gus Aris kadang mendapat giliran merajang kangkung sebanyak satu becak untuk ditumis. Tidak heran, para santri pun sering berseloroh: mereka mendapat bonus rumput yang terlewat dari “screening”.

Kegiatan ini dilakukan oleh Gus Aris selama bertahun-tahun mengabdi di MQ, bahkan para ustadz MQ sudah “mafhum” apabila setelah jam istirahat sekolah dia tidak kembali lagi ke kelas, karena kelelahan dan pastinya tertidur di atas tumpukan beras.

Pada 1997, resmilah Gus Aris diwisuda Tahfidh, setelah di antara kesibukannya menghabiskan waktu untuk mengolah makanan dan dihidangkan kepada para santri, termasuk aku.

Pada 1999, ia menikah dengan gadis pujaannya asal Jalan Jepara Surabaya. Ia aktif di masjid Nurul Fatah Jalan Demak, berawal sebagai muazin berlanjut menjadi badal (asisten) imam sholat “rawatib” yang kebetulan sudah uzur dan batuk-batukan.

Setelah sang imam “rawatib” dipanggil keharibaanNya, dikukuhkanlah Gus Aris Sumisdianto menjadi imam tetap sholat “rawatib” Masjid Nurul Fatah sampai sekarang, karena memang suaranya cukup merdu. Selain sebagai imam, ia juga diminta menjadi vocalis grup sholawat.

Setelah jamaah Isya biasanya ia membuka lapak STMJ tepat di depan masjid bersama istrinya. Anaknya lima, empat putri dan satu putra. Anak yang “mbarep” dua minggu yang lalu telah dinikahkannya. Lengkaplah sudah kebahagiannya.

Di acara sholat Dhuha dan pengajian tafsir kontemporer yang diasuh oleh KHA Musta’in Syafi’i tanggal 14 Maret 2021 yang lalu sempat aku tanyakan kepada salah satu pengurus masjid tentang keberadaannnya. Alangkah kagetnya ketika tahu dia sekarang sedang dalam proses penyembuhan penyakit diabetnya yang telah menggrogoti kaki kanannya.

Pagi tadi, aku berkesempatan VC dengannya dan alhamdulillah luka kakinya sudah mulai membaik dan insyaallah besok kontrol untuk kesekian kalinya di salah satu rumah sakit di Jalan Mas Mansur.

Ia berujar kepadaku, “Iki kabeh berkah dadi laden santri MQ Tebuireng lan dungo poro ustadz, masyayikh Tebuireng oleh nikmat seng wes tak rasakno sampek saiki, loroku iki ga onok opo-opone ambek nikmat seng wes tak terima selama iki.”

“Ini semua merupakan berkah jadi pelayan santri MQ Tebuireng dan doa para ustadz, masyayikh Tebuireng, mendapat nikmat yang sudah aku rasakan sampai sekarang, sakitku ini tidak ada apa-apanya daripada nikmat yang telah aku terima selama ini.”

Semoga lekas sembuh kawan dan terus melanjutkan dakwah al-Quran yang sempat terhenti. Allahumma ma’al Quran.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Husni Sahal: Seburuk Penebar Ajaran Masih Ada Pengikut

Artikel berikutnya

Menyusun Agenda Muktamar NU dalam Topik Kemanusiaan

Moh Syaiful Imron

Moh Syaiful Imron

Penulis tinggal di Surabaya

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
268

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
275

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
163

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
185

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Menyusun Agenda Muktamar NU dalam Topik Kemanusiaan

Santri-santri Seniman "Indonesische" (2)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply