• Terbaru
  • Populer

Kinya (Bagian 1)

9 Maret 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 3 Maret 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Kinya (Bagian 1)

Somewhere is Used to Be

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
9 Maret 2022
dalam Sejarah dan Sastra
A A
183
VIEWS
Dirimu membuatku yakin
Atas cinta dan kasih sayangNya yang nyata
Ketika dirimu hadir dalam setiap deru nafas dan doaku
(2018)

Grozni

Sudah menjadi anugerah hidupku mendapati keremajaannya. Wajah itu tertunduk saat kubuka mukenanya. Ada butir bening yang jatuh perlahan saat dagunya kuangkat. Ia memejamkan mata. Lama. Aku menatap wajah itu. Tak ada gerak mimik yang dapat terbaca, kecuali kantung mata yang membesar.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
240

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
165

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Kicau burung mengantar suasana. Sudah tiga pagi, kami lalui. Sementara embun datang dan pergi dari kelopak dedaunan. Kami tidak membutuhkan kamuflase untuk menikmatinya, ketika sajadah masih menjadi alas kami bersimpuh.

”Isteriku…,” panggilku. Suaraku tertahan.

”Mas…,” katanya, pelan. Sangat lembut.

”Kinya, isteriku….”

Kami terdiam, hanyut dalam pikiran masing-masing. Sekali lagi, kuangkat dagunya.

Kinya tersenyum.

Aku meraih pundaknya, lalu mengajak duduk di pembaringan.

”Aku mungkin bukan orang yang kau harapkan,” kataku, pelan. Tak ingin mengulang, dan takut salah.

Kinya menundukkan kepala, sembari menggeleng. “Tidak, mas. Sejak semula, aku memang mengharapkan mas.”

”Lalu, kenapa kau diam saja?”

Kinya menjatuhkan kepalanya di pundakku. “Tidak, mas. Aku bahagia.”

Dadaku serasa longgar, seolah telah terlepas dari beban berat yang menghimpit.

”Aku bahagia dan bersyukur, mas. Semula, aku tak percaya, kalau cermin hidupku adalah dirimu. Antara takut dan rindu. Aku menatap dirimu. Cerminku begitu besar.”

Aku memeluk erat tubuhnya. Kudekap hingga nafas kami saling memburu. ”Sayang, kita tidak dapat menolak atau menghindari bayangan kita. Allah sayang pada kita. Dia telah menyelamatkan kita.”

”Apa arti menyelamatkan itu, Mas?”

Aku tak langsung menjawab. Menarik nafas dalam-dalam. ”Sudah tiga hari kita diikrarkan. Artinya, kita telah diselamatkan dalam ikatan suci.”

”Mas.”

”Hem.”

Kinya menatapku. Dengan senyum tipis, dia mengelus wajahku. “Terus terang, aku seperti sedang bermimpi.”

”Inilah nyatanya. Kita dipersatukan,” kataku, cepat menyela.

”Iya, mas. Aku telah membuatmu bingung cukup lama.”

Giliranku menatapnya.

Kinya tersenyum. “Dirimu sangat kaku.”

“Ya, aku kaku. Di hadapan bidadari yang selalu kupuja.”

”Terlalu menyanjung. Aku tak seperti itu.”

”Aku tak pernah berbohong, hingga ketulusanku selalu dimanfaatkan orang lain.”

”Engkau selalu begitu. Tapi, dengan ketulusanmulah yang membuatku luluh. Banyak yang coba mendekatiku, tapi mereka tak berhasil menghadapi egoku.”

”Aku tahu dengan risiko itu. Pasti, ada banyak lelaki yang mengincarmu.”

”Aku tidak seperti yang mas pikirkan.”

”Ya, aku coba membuka fakta.”

”Aku tak mengelak, tapi aku sekarang milikmu,” tegasnya.

”Mungkin, aku terlalu pecemburu.”

”Justeru dengan diammu, Mas. Membuatku luluh.”

”Dan, diammu membuatku luka.”

”Maafkan aku!”

”Itu sudah berlalu.”

”Kuharap demikian. Aku ingin yang baik-baik saja pada kita.”

”Aku akan selalu mendekapmu, seperti dirimu yang tak ingin kehilanganku.”

”Ke manapun?”

”Kemanapun,” jawabku.

”Ke mana mas akan mengajakku?”

”Ke manapun kau ingin.”

”Sungguh?” matanya membesar, berbinar.

Aku tak memberikan jawaban. Dengan cepat, tanganku meraih tubuhnya. Merapat. Satu kecupan mendarat di keningnya. Hidungnya. Dan, lalu.

Mata bulat Kinya terpejam. Ia mendorong mukaku. Terengah.

”Kenapa?” tanyaku.

Kinya menjawab dengan pelukan yang kuat. Kembali, kami terlibat dalam pagutan. Saling membuka diri dalam kepolosan. Tak terhitung dalam bilangan, ketika kami lelah terbujur kaku.

Di telinganya, aku pun berbisik. ”Kita akan ke Mekah.”

Ia membalas dengan senyuman. “Benarkah?”

”Ya, hadiah pernikahan kita,” ujarku, sembari mengecup keningnya.

Gelaran tirai strimin masih menggelantung di sudut-sudut ruangan. Janur kuning belum layu. Tidak mewah, karena permintaan Kinya. “Yang penting pantas saja,” katanya, ”ada momen kelak yang lebih indah. Kelak kita dapatkan.”

Aku mencubit hidungnya.

Kinya masih kuliah di Conta Haji Islamic University ketika kupinang. Dia gadis ceria yang berhasil meraih juara pertama gadis kampus. Aku mengenal Kinya, ketika mengadakan pelatihan Jurnalistik di Grozni. Dia yang pertama menyapa ketika kami berada di depan pendopo Walikota Grozni seusai acara. Dia mengira aku seorang jurnalis. Dia minta tolong difotokan bersama Yusuf Yunesov. Sahabatku dari Moskwa. Aku katakan sembari berbohong, aku bukan jurnalis, tapi bisa membantu mengambilkan foto.

Pada pertemuan kedua, saat dia sedang menuruni anak tangga. Diiringi oleh reporter video, kembali dia menyapaku. Aku tersenyum mengangguk sembari menundukkan kepala. Aku orang yang canggung, tak bisa bertatap lama dengan lawan jenis. Meski terakhir perlahan mulai terkikis, karena tuntutan pekerjaan.

Dengan tubuh yang bagus, kecerdasan, serta perbawa yang pantas, telah mengantarkannya menjadi seorang gadis muda. Kinya telah menjadi pujaan di kampus. Rasa minder terkadang muncul ketika dia dikerubuti teman-temannya. Tetapi, kutepis jauh-jauh dan menekatkan diri dia adalah jodohku.

Usiaku dan Kinya terpaut jauh. Awal aku masuk kuliah, dia baru lahir. Panggilan aku dan kamu telah membebaskan jarak di antara kami. Terutama, ketika dia kularang memanggil “pak” padaku. Sejak itu, dengan panggilan mas, dia menyapaku.

Jika saat itu, aku berada di Grozni, tinggal di rumahnya, karena aku telah menjadi suami sah dirinya.

(Bersambung)

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Kinya
Artikel sebelumnya

The End of Islamophobia

Artikel berikutnya

Kinya (Bagian 2)

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
268

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
275

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
163

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
185

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Kinya (Bagian 2)

Kinya (Bagian 3)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply