• Terbaru
  • Populer

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

Kado Peradaban

Net26 Ditulis oleh Net26
20 Agustus 2022
dalam Sejarah dan Sastra
A A
144
VIEWS

Masyarakat Turats

Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah menggunakan sistem kurikulum. Mohammed Abed Al Jabiri di dalam kitabnya, At-Turats wal Hadatsah, lebih suka menggunakan istilah demikian par excellence sebagai masyarakat pewaris. Masyarakat yang mewarisi peradaban yang pernah hadir. Sebagaimana peradaban lebih tepat diartikan sebagai sebuah kehadiran (hadlarah). Menurut Al Jâbirî, turats adalah sesuatu yang lahir pada masa lalu, baik masa lalu kita atau orang lain, masa lalu itu jauh atau dekat dan ada dalam konteks ruang dan waktu. Turats adalah produk periode tertentu yang berasal dari masa lalu dan dipisahkan dari masa sekarang oleh jarak waktu tertentu.

Metode tradisional yang digunakan oleh pesantren biasanya terlebih dahulu mempelajari ilmu ilmu alat. Ilmu ilmu alat (gramatika) di sini, terutama Nahwu dan Sharaf, berfungsi untuk memudahkan cara membaca huruf Arab gundul (tanpa harakat). Pada tingkat lanjut, diajarkan pula ilmu sastra (balaghah) dan logika (manthiq). Terakhir, akan diajarkan Alfiyah Ibn Malik. Kitab pungkasan dalam mempelajari ilmu ilmu alat yang berisi syair syair kaidah tata bahasa Arab (gramatikal). Cara transformasi ilmu ilmu alat tersebut melalui metode menghafal. Bait bait syair yang memuat kaidah kaidah tata bahasa Arab tersebut dihafal oleh masing masing pelajar. Di samping menghafal dan mempelajari ilmu ilmu alat tata bahasa Arab, pelajar pelajar juga dikenalkan dengan kitab kitab tafsir Al Quran, fiqh, tauhid, dan akhlak. Kitab kitab elementer ini berisi tentang tafsir tafsir Al Quran praktis, fiqh fiqh, dan akhlak terapan.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
243

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
169

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Pada zaman dahulu, tiap tiap pesantren secara sederhana tidak memiliki pelajar pelajar yang banyak. Bisa terdiri dari lima orang, sepuluh orang, dua puluh orang, atau bahkan satu orang. Dan, tia tiap guru (kiai) akan mengampu satu bidang ilmu khusus dan spesialis. Ada yang khusus mengajarkan fiqih saja, tafsir saja, atau ilmu alat saja. Sehingga pelajar pelajar yang ingin mendalami ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak akan berpuas diri pada satu pesantren saja. Mereka akan berpindah pindah dari pesantren ke pesantren yang lain sesuai dengan guru spesialis yang diminatinya. Dengan demikian, maka tidak heran, jika kemudian dikenal dengan sebutan santri kelana. Santri yang menuntut ilmu berpindah pindah pesantren guna memperdalam ilmu yang telah dikuasai. Bagi pelajar-pelajar yang berlatar belakang ekonomi cukup (biasanya dari kalangan bangsawan) setelah selesai belajar kepada guru guru pilihannya akan melanjutkan pendidikannya di kota suci Mekah.

Di kota suci Mekah, terdapat beberapa guru (syekh) yang menempati posisi khusus sebagai imam besar di Masjid Haram. Seusai menunaikan salat-salat wajib (maktubah), guru-guru tersebut membuka pengajian kitab khusus yang diikuti oleh pelajar pelajar dari berbagai negara. Guru-guru dari Nusantara yang pernah mengampu kajian kajian kitab khusus tersebut diantaranya adalah Syekh Khatib Al Minangkabawi, Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Mahfud Al Tarmasi, dan lain-lain.

Di dalam tradisi, keilmuan pesantren sangat diutamakan ada garis transformasi (sanad) yang bersambung dari generasi ke generasi. Apabila dirunut garis transformasi tersebut akan bersambung hingga kepada sumber utama, Rasulullah saw. Hanya saja, teori teori yang mengemukakan garis transformasi ini muncul beragam dari peneliti peneliti sebelumnya.

Dengan demikian, pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran yang tumbuh di masayarakat Indonesia. Pertumbuhan pesantren mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Sejarah pertumbuhan ini diawali dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di surau surau, langgar langgar, tajug tajug, dan mushalla mushalla. Sementara masjid sebagai pusat pengajaran, pendidikan, dan penyelengaraan hukum agama bagi masyarakat muslim memiliki hubungan relasi yang lebih besar terhadap pemerintahan resmi, baik pada masa kerajaan maupun setelah Indonesia merdeka. Mesjid menjadi sarana pemersatu ketika dibutuhkan untuk menghindari dan menyelesaikan perbedaan perbedaan pandangan dan paham yang diusung oleh sebuah pesantren. Sebab, untuk kasus kasus di daerah tertentu terdapat juga aliran dan organisasi yang heterogen.

Pada masa kerajaan prakemerdekaan, pemerintah meletakkan tenaga tenaga ahli adiministrasi negara ke dalam pengaturan penyelenggaraan kegiatan keagaaan di masjid masjid, baik diangkat sebagai pegawai pemerintah atau oleh masyarakat di sekitanya. Pada masa ini, pegawai pegawai tersebut ada yang digaji langsung oleh pemerintah atau digaji yang diambil dari kas masjid. Mereka mendapat gelaran lebai di Sumatera atau modin di Jawa. Mereka bertugas untuk menangani masalah masalah hukum keagamaan seperti akad nikah, penunaian zakat-infaq-shodaqoh, maupun persengketaan di antara umat Islam. Mereka memiliki kepandaian khusus di bidang administrasi negara, meskipun terkadang juga tidak menguasai hukum hukum agama. Persoalan hukum biasanya akan dibantu oleh sesepuh masyarakat yang lebih menguasai ilmu ilmu khusus agama, kiai. Pada masa pemerintahan setelah merdeka (dari Hindia Belanda), tenaga tenaga administratif tersebut akan dibekali dengan surat resmi sebagaimana sertifikasi.

Dengan demikian, pengertian pesantren secara kronologis peristiwa sejarah yang melatarinya dapat dikatakan sebagai pusat pendidikan dan pengajaran tradisional yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarananya. Pusat pendidikan dan pengajaran tersebut dilandasi oleh spirit ibadah dengan merepresentasi (hadlir) pada tempat ibadah: mushalla, langgar, surau, atau tajug. Masjid sebagai sentra terbesar energi dan spirit pendidikan dan pengajaran tersebut melandasi berdirinya sebuah pesantren.

Tag/kata kunci: masjidmushallapesantrentajug
Artikel sebelumnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

Artikel berikutnya

Republik Indonesia Tidak Pernah Dijajah

Net26

Net26

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
269

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
275

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
165

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
186

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya
Net26.id - 17 Agustus Adalah Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Republik Indonesia Tidak Pernah Dijajah

Net26.id - 1167 Unit Rumah Layak Huni Dari Shiddiqiyyah 01

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply