• Terbaru
  • Populer

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 3 Maret 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
27 Desember 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
198
VIEWS

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga 100 generasi ke atas. Bahkan, sampai kepada Nabi Ismial As dan Nabi Ibrahim As. Dalam tradisi ilmiah, suku-bangsa Arab bisa mengutip tulisan berlembar lembar dari sumber referensi. Dari tradisi ini, Mazhab Syafi’i: dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir dapat ditulis perkembangannya.

Terikat Epistemologi Masa Lalu (Sanad)

Sama seperti Imam Malik bin Anas, Imam Al Syafi’i terlahir pada masa generasi tabi’in. Generasi yang mengikuti tradisi sahabat Rasulullah Saw. Namun, seperti kekuasaan politik Sayiduna Marwan bin Hakam yang “menggendong” Mazhab Maliki ke Damaskus, maka Mazhab Syafi’i pun “digendong” oleh Ali bin Muhammad bin Abbas bin Adul Muthallib, pelopor berdirinya Dinasti Abbasiyah. Dari sini, dapat dirunut jalur Mazhab Syafi’i: dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
152

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
155

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
165

Ketika hijrah ke Madinah, Rasulullah Saw telah melepas epistemologi (sanad) Bani Quraisy di Mekah, walaupun sanad itu tetap melekat pada dirinya. Di Madinah, Rasulullah Saw membangun peradaban dan konstruksi epistemologi dengan masyarakat lingkungannya, penduduk Madinah. Di Madinah, Rasulullah Saw membuat mekanisme hukum hukum yang bersifat kontrak sosial, di samping menyerap pengetahuan pengetahuan heterogen (Yahudi, Nasrani, dan Persia).

Setelah Perang Shiffin, antara Sayiduna Ali bin Abi Thalib dan Sayiduna Muawiyah bin Abi Sufyan, umat Islam terpecah ke dalam dua golongan. Golongan yang mematuhi daulah Bani Umaiyah di Damaskus dan golongan yang masih mengingat memori kekalahan Sayiduna Ali bin Abi Thalib yang diakhiri secara diplomatis dan politis. Golongan dari barisan Sayiduna Ali bin Thalib ini terpecah ke dalam banyak golongan, meskipun tetap dalam bendera Ahlul Bait. Mendaku sebagai keluarga keturunan Rasulullah Saw. Gerakan perlawanan terhadap Bani Umaiyah di Damaskus terus dikumandangkan melalui solidaritas Ahlul Bait tersebut yang dipelopori oleh Ibrahim bin Muhammad. Atas kerjasama dan strategi politik yang dijalankan oleh Abu Muslim dari Persia (Al Khurasani), perlawanan secara kolosal dapat dilakukan terhadap pemerintahan dahulah Bani Umaiyah hingga kemudian mendaulat Abu Al Abbas Al Sahffah (Ahlul Bait) untuk pertama kali sebagai khalifah di Kufah.

Adapun nama lengkap Abu Al Abbas Al Sahffah adalah Abu Al Abbas Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abd Al Muthallib.

Tradisi Referal

Tradisi referal atau referensial sangat terikat pada masa lalu. Tradisi ini sangat selektif dalam segi periwayatan. Dari segi keilmuan, masa lalu adalah otoritas. Meskipun Imam Al Syafi’I menimba ilmu kepada Imam Malik bin Anas di Madinah, namun bukan berarti ia mengikuti tradisi Madinah sebagaimana Imam Malik. Melalui tradisi referal (bersanad) yang satu jalur, nenek moyang, Imam Al Syafi’i meletakkan dan membangun tradisi referal ke dalam mazhabnya.

Bahwa Dinasti Abbasiyah dibangun oleh tiga unsur kebudayaan utama, Ahlul Bait, Arab anti-Mu’waiyah, dan Syiah, intelektualitas Timur (Masyriq) kian diperkuat oleh unsur kebatinan/intuisi melalui Imam Al Ghazali. Kedekatan Ahlul Bait  dan Syiah telah membawa Imam Al Syafi’i ke ranah tuduhan politik sebagai bagian dari Syiah. Mazhab Syafi’i kian berkembang di Baghdad setelahnya melalui Imam Al Ghazali, Imam Al Bukhari, dan seterusnya.

Kondisi politik yang tidak kondusif di Baghdad telah membawa Imam Al Syafi’i hijrah ke Mesir. Di Mesir, Imam Al Syafi’i mengembangkan tradisi referal, walaupun Mazhab Maliki sempat berkembang di bawah daulah Dinasti Umaiyah di Damaskus. Tradisi referal ini telah menggambarkan kekuatan teks sebagai otoritas semakin kuat di kancah intelektual muslim. Kekuatan rasio hanya digunakan dan berfungsi sebagai “penyama” antara otoritas dan realitas melalui metode takhrij dan istinbath sehingga setiap ulama Al Syafi’iyah yang memiliki kualifikasinya dapat mengeluarkan pendapat masing masing sebagaimana karya karya sastra. Semangat investigasi dan observasi tidak sesemarak sebagaimana kalangan Mazhab Maliki. Pengetahuan direduksi ke dalam postulat (dalil) umum dan dicari kesamaan kesamaannya. Pengetahuan alam bawah sadar jauh lebih berperan daripada pembuktian pembuktian di lapangan. Pada fase Mesir ini, fiqh tidak lagi dipandang sebagai “cara pandang” umat Islam, tapi telah berubah menjadi hukum secara teknis, karena pengaruh dari hukum hukum birokrasi dan administrasi ala Romawi. Dengan kata lain, fiqh menjadi masalah yang sangat teknis.

Demikian, tradisi Mazhab Syafi’i: dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir dapat berkembang dan menjadi salah satu penentu intelektual Kaum Muslimin.

Tag/kata kunci: Baghdadhingga ke MesirMazhab Syafi’i: dari Mekah
Artikel sebelumnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

Artikel berikutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
215

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
174

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
178

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
190

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
449

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
168

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
154

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

7 Oktober 2022
150

Corak metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari memiliki banyak kesamaan sehingga dapat memunculkan asumsi Walisongo yang tak pernah sembilan. Tradisi Buddha...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply