• Terbaru
  • Populer

Teladan Kiai Pejuang Hizbullah Yang Tak Kenal Lelah

21 Juni 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

30 Maret 2025

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Teladan Kiai Pejuang Hizbullah Yang Tak Kenal Lelah

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
21 Juni 2021
dalam Sejarah dan Sastra
A A
203
VIEWS

Ia biasa disapa dengan nama Abah Yat di Mojokerto, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Ia adalah salah seorang santri Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Ramli Tamim dan pejuang Hizbullah yang tak mengenal lelah.

Namanya Ahyat Chalimi. Ia dilahirkan pada 1918 dari pasangan H Abdul Halim dan Hj Marfu’ah binti Ali. Ia terlahir sebagai yatim piatu yang tak pernah mengenal wajah ayahnya. Ayahnya wafat ketia ia masih berada dalam kandungan tiga bulan. Ibunya wafat ketika Ahyat berusia 17 tahun (1938). Ia kemudian hidup bersama H Tohir, Pakdhe dari sebelah ibunya, yang telah menggantikan kasih sayang dari ayahnya. Dari perhatian sang Pakdhe, Abah Yat mengerti cara baca tulis al-Quran.
Pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakjat Miji selama enam tahun di Mojokerto. Baru kemudian, ia menjadi santri Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahid Hasyim di Tebuireng. Bersama KH Abdul Wahid Hasyim yang gemar berdiskusi, ia sering terlibat dalam obrolan serius. Sehingga di kemudian hari, Abah Yat dikenal akrab sebagai sahabat sekaligus teman seperjuangan pada masa Revolusi Kemerdekaan.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
255

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
172

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
143

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Abah Yat melepas masa lajangnya pada 1940. Ia menikahi Badriyah, puteri KH Moh Hisyam, pengasuh sebuah pondok pesantren di desa Gayam, Mojowarno.

KH Munasir yang dikenal sebagai komandan pasukan Hizbullah pernah mengatakan, ”Pak Yat sejak kecil kelihatan kalau akan jadi kiai. Dia tidak pernah meninggalkan salat berjamaah, tidak pernah mau menggunjingkan teman-temannya, bahkan selalu menempatkan diri sebagai pelayan dari teman-temannya. Saya termasuk orang yang paling beruntung, ketika mondok di Tebuireng, karena nggak pernah ngeliwet atau bahkan mencuci pakaian. Itu semua dikerjakan oleh Pak Yat.” pengakuan serupa juga diberikan oleh kolega seangkatannya, seperti KH Abdullah Siddiq Jember dan KH Mansur Burhan.
Abah Yat wafat di Mojokerto pada 1991. Ia meninggalkan pesantren, sekolah, yayasan yatim piatu, rumah sakit, dan lain-lain.

Sebelum mendirikan pesantren, Abah Yat adalah seorang pegiat organisasi dan pengusaha yang sukses di Mojokerto. Berbagai organisasi digelutinya. Ia mendirikan organisasi Ansor Nahdlatul Ulama (ANO) atau Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor sekarang) Cabang Mojokerto. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Tanfidziyah NU Cabang Mojokrto pada 1938-1940. Setelah cukup merasa bosan dengan aktivitasnya, Abah Yat kemudian merefleksikan diri agar hidup bermanfaat bagi orang banyak. Ia lalu melakukan rihlah (lelaku) dengan berjalan kaki ziarah Wali Sangha. Mulai dari Mojokerto, makam-makam para Masyayikh seputar Surabaya, Madura, Sunan Ampel, Raden Rahmatullah Gresik (kakak Sunan Ampel), Sunan Bonang, terus hingga ke Sunan Gunungjati. Tiba di makam Sunan Gunungjati, Abah Yat bermimpi ketemu gurunya, Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari dan diberi dawuh (wejangan), “Muliho mengko, mulango, mengko sekabehane keturutan.” Pulanglah, mengajar, nanti semua (keinginan) akan kesampaian, tutur Hadratussyekh.

Abah Yat kemudian pulang ke Mojokerto dan mendirikan pesantren. Atas saran kiainya, KH Romli Tamim ia mengajar kitab Kasyifat Al-Saja’. Pada mulanya, ia hanya memiliki satu orang santri. Lambat laun semakin ramai dan banyak peminat. Pada 29 April 1964, KH Ahyat Chalimi mulai membangun surau dan berangsur menjadi pesantren. Pondok pesantrennya kemudian diberi nama Pesantren Sabilul Muttaqin.

Sejak awal Nahdltul Ulama (NU) bergerak pada politik praktis, namun setiap zaman selalu berbeda visi. Jika visi pertama untuk menggerakkan ekonomi melalui Nahdltut Tujjar, pendidikan melalui Nahdlatul Wathan, dan pencerahan pemikiran melalui Tashwirul Afkar, maka Komite Hijaz (panitia kecil) yang dipimpin oleh KHA Wahab Chasbullah memiliki visi membela tradisi dan situs-situs sejarah di Jazirah Arab. Demikian seterusnya hingga pada visi politik kebangsaan.
Gema Khittah NU 1926 yang menyerukan agar tidak berpolitik praktis sudah digagas oleh Abah Yat pada Muktamar NU ke-22 di Jakarta pada 1959. Kemudian, disusul pada Muktamar NU ke-23 (Solo, 1962), ke-25 (Surabaya, 1971), ke-26 (Semarang, 1979), seruan Khittah NU 1926 terus digalakkan oleh Abah Yat. Baru kemudian pada Musyawarah Nasional Alim Ulama di Kaliurang Yogyakarta (1981) dan Situbondo (1983), seruan Khittah NU 1926 mulai menguat dan mendapat dukungan. Puncaknya, pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo (1984).

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Santri-santri Seniman “Indonesische” (1)

Artikel berikutnya

Haji Tetap Bisa Mabrur Meskipun Pemerintah Membatalkan

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
269

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
281

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
168

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
156

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
187

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Haji Tetap Bisa Mabrur Meskipun Pemerintah Membatalkan

Plus Minus Menghapal dalam Praktek Pendidikan (Bagian ke-1)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply