• Terbaru
  • Populer

Fase-fase Pemikiran Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari

5 Maret 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Fase-fase Pemikiran Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
5 Maret 2021
dalam Budaya dan Agama
A A
230
VIEWS

Membaca karya-karya Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari tidak bisa secara umum dan pukul rata. Harus gradual sesuai segmentasi peristiwa dan masa yang mengiringi perjalanan Beliau.

Tulisan-tulisan Hadratussyekh pada dasarnya bersifat risalah-risalah parsial. Kasus perkasus. Dalam hal-hal tertentu bersifat genre, kognitif. Misal, pada kasus pendapat tentang penggunaan bedug dan kentongan. Jawaban-jawaban dari pendapat tersebut lebih bersifat kognitif dengan landasan-landasan argumentasi fiqhiyah. Namun, dalam kasus-kasus umum (‘amiyah), nalar rasional lebih dikedepankan dengan menggunakan argumentasi-argumentasi umum umat Islam, dalil-dalil mafhum dari al-Qur’an dan hadis. Dalil-dalil mafhum adalah dalil-dalil shorih yang tidak memerlukan perdebatan-perdebatan panjang lagi.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
156

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
156

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
168

Dalam kasus-kasus kognitif tidak bisa diabaikan sisi emosional dari seorang penulis. Emosi psikologis sangat berperan. Karena, terdapat karakter defensif dari pendapat yang berbeda. Bagaimana kondisi psikologis seorang Hadratussyekh ketika sedang menulis? Sebab, ada beberapa tulisan Beliau yang dipandang dari sudut situasional juga berbeda. Misal, dalam pandangan tekstualitas, pendapat Beliau tentang pandangan tasawuf “Risalah Ahlussunah wal Jama’ah” yang merujuk kepada Imam al-Ghazali dan Syekh Abu al-Hasan Al-Syadzili. Padahal, di dalam “Qanun Asasi” disebutkan: Hadratussyekh merujuk kepada Syekh Abu al-Qosim bin Muhammad al-Junaidi. Tentu, timbul pertanyaan: dalam hal apa pendapat tersebut berlaku? Sebagaimana Syekh Abu al-Hasan al-Syadzili adalah seorang pelaku sufi dan pendiri tarekat. Bukan seorang peletak dasar sebagaimana Imam al-Ghazali. Sebagaimana pula seorang pelaku sufi lebih cenderung memperbanyak aspek-aspek amaliah praktis yang terkadang berbuah “syathahat” (lebih gampang disebut nyeleneh), yang pada umumnya tidak meninggalkan buah karya tertulis. Berbeda ketika Imam Al-Ghazali meletakkan dasar-dasar pemikiran yang tertuang dan bertujuan untuk menghidupkan agama (ihya ‘ulumiddin). Bisa dikatakan Imam Al-Ghazali adalah seorang ideolog. Sementara Syekh Abu al-Hasan Al-Syadzili dikenal karena ungkapan-ungkapan perilaku dan penghayatan yang ditulis oleh murid-muridnya. Dalam banyak hal, Syekh Abu al-Hasan al-Syadzili memang merujuk kepada kitab yang ditulis oleh Imam al-Ghazali tersebut, Ihya Ulumiddin. Jika disederhanakan, inilah uniknya sastra pesantren. Seorang “sastrawan” tidak harus melahirkan sebuah karya, namun melalui karya-karya berikutnya yang ditulis oleh murid-muridnya dapat menjadi gambaran ia seorang sastrawan. Pada posisi ini, seorang sastrawan bisa sebagai seorang esensialisme.

Sarjana-sarjana terakhir telah menerima untaian-untaian pengetahuan yang sudah jadi dan baku. Hanya sedikit yang melakukan rekonstruksi. Terlebih, sarjana yang kemudian menjurus kepada pandangan skripturalisme dan tekstualisme. Mereka akan mengikuti jejak-jejak manuskrip. Tidak melihat kondisi psikologis dan kultural yang melingkupi ketika teks tersebut diterbitkan.

Pandangan tasawuf falsafi dalam perspektif tarekat (thoriqoh) tidak terdapat masalah. Karena, pada prakteknya, hal demikian seperti fana, hulul, maupun wihdatul wujud tak dapat ditolak adanya. Sebab, jika ditolak, maka akan menolak pula pada hal-hal esensial dalam tasawuf. Padahal, tasawuf sifatnya esensial. Tidak ada esensi, maka tidak ada tasawuf.

Tasawuf falsafi lebih diminati dalam kacamata pribadi dari sudut pengalaman spiritual. Orang yang sedang mengalami “trance” kemudian keluar kata-kata “syathahat”, hal itu tidak dapat dinyatakan secara tertulis. Sebagaimana “kata” adalah penjara makna. Tidak dapat dijadikan pegangan umum. Yang dijadikan pegangan umum adalah pandangan yang bisa dijangkau dan diikuti secara umum. Sementara tasawuf falsafi dibutuhkan suatu eksplorasi implisit yang tidak umum. Demikian, ulama-ulama kemudian menulisnya sebagai “khawariq al-‘adah”, nyeleneh, dan tidak bisa menjadi standar umum. Tetapi, dapat menjadi standar zaman. Wallahu a’lam.

Penulis: Goesd

Editor: Goesd

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Kuat dan Bermanfaat untuk Menjadi Santri MQ Tebuireng

Artikel berikutnya

Kamuflase Sastra Pesantren: antara Wujud dan al-Maujud

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
217

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
193

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
202

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
181

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
209

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
470

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
174

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
157

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Kamuflase Sastra Pesantren: antara Wujud dan al-Maujud

Sastra Indonesia vis a vis Sastra Pesantren

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply