• Terbaru
  • Populer

Menyela Humor dalam Kehidupan

3 Desember 2023

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 27 Maret 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Menyela Humor dalam Kehidupan

Akhi Fadli Ilmi Ditulis oleh Akhi Fadli Ilmi
3 Desember 2023
dalam Budaya dan Agama
A A
150
VIEWS

Entah kenapa, setiap kali bertemu orang, saya senang memakai standar para orang bijak. Gus Dur misalnya, menyebutkan, bahwa orang pandai biasanya suka humor dan lelucon. Tentu bukan sampai seperti pelawak tentunya.

Kita lihat saja fenomena dakwah Gus Iqdam dan Kyai Anwar Zahid yang masih eksis. Atau juga beberapa ulama yang memakai metode dakwah yang serupa.

ArtikelLainnya

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
156

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
165
Buku Samber Nyowo

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

6 April 2023
215

Nah, asyiknya adalah, jika teori ini dibalik, maka yang kita temukan adalah sosok orang yang tidak suka humor. Sedikit-sedikit “gak ilok”(kata orang Jawa), atau jaga image dalam bergaul, justru malah menyimpan banyak misteri dalam dirinya.

Memang sebagian ulama ada yang memakai cara bergaul demikian. Serius. Ra Ono guyune blas Yo Ono. Tapi koq menurut saya pasti jumlahnya sangat sedikit atau bahkan jarang. Artinya, gaya bergaul seperti ini, tidak semua orang bisa begini. Yang umum ya, guyon pada waktunya, dan serius pada waktu yg lain pula.

Temuan saya, mereka yang terlampau serius, justru mereka menyembunyikan sesuatu di dalam pribadinya. Paling mudah yang sering saya temukan adalah, mereka memiliki bibit kesombongan. Saya ini gak guyon, gak kayak kamu, misalnya. Saya alim. Saya menjaga akhlak, dan sebagainya. Walaupun bisa saja, pada beberapa sudut, hal ini terasa subyektif sekali.

Lihat saja Rasulullah, beliau dikenang sebagai pribadi yg selalu tersenyum.
Setiap orang yg memandang tidak sungkan kepada beliau. Tentu teori sungkan tidak dapat diperbandingkan dengan sungkannya santri kepada kyainya, tidak, ini berbeda konteksnya. Ini hanya pada cara bergaul saja.

Ketika bertemu seseorang, dan kemudian dia tidak mengumbar senyum sedikitpun, maka bisa dipastikan, orang yang bertemu dengannya pasti memberi label kepadanya, ora grapyak, alias tidak pandai bergaul. Memang kadar “grapyak” ini, bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Saya pernah mendapat cerita, di sebuah daerah yg terkenal dengan banyak pesantren dan tokoh agamanya, ada seorang tokoh yang kesehariannya alim sekali semasa hidupnya. Namun ternyata, setelah dia meninggal, ada tiga wanita yang datang ke rumahnya, dan mengaku sebagai istrinya. Ya memang seperti ini kasuistik. Tidak bisa digebyah Uyah, tapi paling tidak, orang yang tidak memiliki selera humor, adalah orang yang merasa urusan hidupnya, harus disembunyikan.

Lha, tapi kan anda juga menganggap orang yg “diam” itu juga lebih rendah to?

Ya memang bisa saja begitu. Tapi ya Ndak begitu juga.

Begini, Rasulullah iku seneng guyon. Bahkan sampai ada bukunya yang membahas khusus. Gus Dur, konon bisa menaklukkan pembicaraan dengan para pemimpin negara, pun juga dengan humor. Takutnya, diem dan berwibawa, tapi tiba-tiba anaknya jadi cawapres, khan takut juga. Ups… Keceplosan. Hehehe.

Diam dan serius ada tempatnya. Begitu juga humor. Saya mendapati saudara saya yang hidupnya mengabdi kepada tokoh agama, malah senang melaknat dan memusuhi keluarganya yang tidak sejalan dengan pemahamannya. Saya pernah ikut pengajiannya sekali. Dan isinya hanyalah doktrin-doktrin liar yang hampir semuanya menebar kebencian. Hanya sekitar lima persen saja keilmuannya. Akhirnya, saudara saya ini menjadi penganut agama yang jumud, kaku, dan tidak mau bergaul dengan orang lain. Padahal dulu, dia masih senang tersenyum lebar ketika duduk dengan saya.

Maka, berhati-hatilah dalam mencari guru agama. Apalagi tentang Rasulullah. Jangan sampai kita hanya memahami Rasulullah hanya sebatas marah dan kebencian beliau saja. Tapi lupa, beliau juga adalah sosok yang penyayang kepada setiap lapisan masyarakat. Tidak pilih-pilih dalam bergaul. Sosok sekeras sahabat Umar dan selembut sahabat Usman, di mata beliau sama.

Jangan hidup jika hanya mampu membuat luka kepada sesama. Namun hiduplah dengan bermanfaat, hingga ketika kau tiada, semua orang berduka karena kehilangan sosok yang begitu mengena dalam diri mereka.

Kebaikan itu abadi. Bisa diceritakan. Secara turun temurun.

Maka tulislah namamu dalam keabadian kebaikan. Bukan karena rusaknya kebaikan karena salah jalan.

Surabaya, 03 Desember 2023.
Hujan reda.
Tidak banjir pula.
Alhamdulillah.

Artikel sebelumnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

Artikel berikutnya

Melampaui Sukses dalam Berproses

Akhi Fadli Ilmi

Akhi Fadli Ilmi

Dosen dan penulis buku tinggal di Surabaya اللهم مع القرآن

Artikel Lainnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
178

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
198

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
179

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
197

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
459

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
169

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
154

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

7 Oktober 2022
150

Corak metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari memiliki banyak kesamaan sehingga dapat memunculkan asumsi Walisongo yang tak pernah sembilan. Tradisi Buddha...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Melampaui Sukses dalam Berproses

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply