• Terbaru
  • Populer

Palestina: Sejarah Awal Perang Salib

11 Mei 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 11 Maret 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Palestina: Sejarah Awal Perang Salib

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
11 Mei 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
364
VIEWS

Tanah Palestina

Dari aspek historis, Tanah Palestina dikuasai oleh banyak kelompok suku-bangsa, mulai dari Akkadia (Asyur), Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Arab, Turki Seljuk, Bizantium, Mesir, sampai Kekaisaran Usmaniyah sesuai pada zamannya.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
152

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
155

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
165

Kekaisaran Usmaniyah (Ottoman) menguasai sebagian besar wilayah Palestina kira-kira antara 1517-1917. Namun, ketika Kekaisaran Ottoman gagal memenangkan Perang Dunia I yang berakhir pada 1918, Palestina kemudian dikuasai oleh Inggris.

Liga Bangsa-Bangsa sebagai pemenang Perang Dunia I mengeluarkan wewenang kepada Inggris untuk mengatur secara administratif kawasan Palestina, termasuk pelaksanaan pendirian tanah air nasional yang melibatkan suku-bangsa Yahudi di Palestina pada 1923.

Sejarah Tanah Palestina menurut literatur susastra adalah salinan dari Tanah Kanaan yang dihadiahkan Allah Taala karena kepatuhan (kehanifan) Nabi Ibrahim As dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dari Allah Taala. Hanya karena kebandelan suku-bangsa Yahudi, kualitas ketakwaan dan keimanan mereka terus menurun. Sehingga melalui Nabi Samuel, Tanah Kanaan mengalami degradasi historis (break down) kepada suku-bangsa Palestina yang menggantikan posisi suku-bangsa Yahudi dalam penguasaan Tanah Kanaan. Tempat Kemah Suci yang didirikan oleh Nabi Musa As setelah berhasil membebaskan suku-bangsa Israel dari cengkeraman Mesir.

Nabi Samuil

Suku-bangsa Israel (anak turun Nabi Yakub As) telah berbilang-bilang kesukuan. Penguasaan Jalut (Goliath) atas Tanah Kanaan telah menimbulkan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Jalut adalah raja dari kalangan suku-bangsa Palestina yang datang dari wilayah Aegea, tempat suku-bangsa Kreta dan Sparta membangun peradaban.

Di dalam beberapa literatur, diantaranya kitab-kitab suci, Jalut dikisahkan kalah tanding melawan balatentara Thalut. Thalut yang tidak memiliki banyak kecakapan berperang mengutus Daud untuk melawan Jalut. Sebagaimana Daud As terlahir dari suku-bangsa Israel (suku-bangsa keturunan Nabi Yakub As). Di kemudian hari, Daud As naik tahta menggantikan Thalut. Dari Daud As, kerajaan Israel diwariskan kepada Nabi Sulaiman As.

Nama Samuil diambil dari kata samu (bisikan) il (Tuhan). Di dalam bahasa Ibrani, Samuil sering disebut Samuel.

Nabi Samuil diutus Allah kepada suku-bangsa Israel yang tidak memiliki kekuatan politis selama ratusan tahun, karena kedatangan suku-bangsa Palestina. Ia diangkat sebagai hakim (recommender) oleh suku-bangsa Israel untuk mencarikan seorang raja. Pertama, ia menunjuk Thalut sebagai raja, namun karena kurang cakap iapun mengangkat Nabi Daud As.

Kemajuan Susastra

Belai kasih sayang Allah Taala kepada suku-bangsa Israel tidak kurang-kurang. Mereka berulang kali mendapat kenikmatan, kemudian lalai kembali. Terutama, setelah ditinggal oleh nabi-nabi mereka.

Suku-bangsa Israel dikenal sebagai suku-bangsa yang dianugerahi kecerdasan, keras kepala, dan paling suka ngeyel. Mereka menguasai susastra tinggi. Maka, tak jarang, azab Allah datang secara langsung kepada mereka karena sering melakukan negosiasi kepadaNya.

Mereka juga yang melakukan fitnah terhadap Yesus sehingga Yesus pun harus menerima siksaan di tiang salib dari penguasa Romawi.

Pasang surut negosiasi yang sering dilakukan oleh suku-bangsa Israel kepada Allah menyebabkan mereka sering mengalami penderitaan-penderitaan dan kesengsaraan-kesengsaraan yang mereka perbuat sendiri.

Kisah-kisah demikian tersalin ke dalam bentuk susastra yang menerangkan kekecewaan, iri, dengki, dan hasut di antara mereka sehingga sering pula dimanfaatkan dan dijajah oleh suku-bangsa asing (anak turunan Kanaan bin Ham bin Nuh) seperti Akkadia, Persia, Ptolemy (Firaun) dari Mesir, Romawi, hingga sekarang.

Dari rangkaian kisah-kisah susastra tersebut, suku-bangsa Israel yang tercerai berai membangun narasi sendiri-sendiri. Mereka tidak pernah bersatu karena masing-masing memiliki pegangan kitab-kitab susastra (purana). Seperti suku-bangsa Indus (India), mereka memiliki banyak orang suci dan agung yang terceritakan ke dalam lembar-lembar susastra. Termanifestasi ke dalam wujud patung-patung yang menjadi sesembahan (berhala). Akal sehat mereka selalu tunduk kepada lembar-lembar susastra dan patung-patung yang bagi mereka menjadi suci.

Iman Tidak Menghalangi Hak Milik

Berbeda Islam, berbeda pula kalangan Yahudi. Islam adalah agama milik semua suku-bangsa di dunia bagi yang ingin jadi pemeluknya. Sementara Yahudi adalah agama milik keluarga dan anak keturunan secara genetik, meskipun dalam reformasi mereka membuka peluang suku-bangsa lain juga bisa menjadi Yahudi. Ini bisa menjadi catatan penting.

Oleh karena itu, suku-bangsa/agama Yahudi mengklaim Tanah Kanaan (Palestina) adalah milik mereka yang memiliki hak “previllage” yang diberikan Allah kepada umat Musa As (Israel) yang telah diselamatkan dari kejaran Ptolemy. Sebagaimana firman Allah Taala dalam surat Al Maidah ayat 21 berikut.

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ

21. Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.

Perbedaan tafsir yang muncul belakangan dan memicu pertikaian dalam kepemilikan atas Tanah Kanaan tersebut adalah masalah keimanan. Sejarah Islam dengan demikian mempersepsikan sama dalam persepsi kaum Yahudi: agama identik pula dengan suku-bangsa. Tanah Kanaan diperuntukkan bagi kaum beriman, terutama Islam. Umat Islam mempersepsikan ayat Al Quran surat Yunus ayat 84 yang berbunyi:

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ

“Dan Musa berkata, ‘Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang Muslim (berserah diri)’.”

Islam dipersepsikan oleh kalangan umat Islam dalam ayat tersebut sebagai identitas, bukan sebagai hubungan jual beli (muamalah) biasa. Dan, orang-orang suku-bangsa Yahudi yang beriman sesuai dengan persepsi iman mereka tidak bisa diterima karena tidak sesuai dengan imam dalam persepsi iman umat Islam.

Padahal, dalam konteks pengadilan yang dilakukan oleh Nabi Samuil antara suku-bangsa Palestina dan suku-bangsa Israel adalah Palestina dari Aegea (Yunani), bukan dari kalangan suku-bangsa Arab.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: IsraelKemah SuciSusastraTanah Kanaan
Artikel sebelumnya

Jurus Patpel KHA Zahruddin Syambasi Membangun Pesantren

Artikel berikutnya

Arab: Sejarah Awal Perang Salib

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
215

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
174

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
198

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
178

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
192

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
450

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
169

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
154

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Arab: Sejarah Awal Perang Salib

Kiai Muhyidin Sofwan, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Karangsambung

Bahrul Ulum Nur Rohmat: Pesantren Angker yang Tak Lagi Wingit

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply