• Terbaru
  • Populer

Cara Pesantren Memakmurkan Diri

14 September 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

30 Maret 2025

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Minggu, 28 Juni 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Cara Pesantren Memakmurkan Diri

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
14 September 2022
dalam Sejarah dan Sastra
A A
158
VIEWS

Sejarah pesantren di Indonesia sama tuanya sejarah desa. Secara eksplisit, kehidupan di desa sudah tergambar dari naskah tua, Negarakertagama, karangan Mpu Prapanca. Negarakertagama sendiri aslinya berjudl Desawarnana, Warna Warna Desa. Kitab Negarakertagama masih terbilang otentik bila dibandingkan dengan kitab tua lainnya, Pararaton. Kitab Pararaton sendiri masih bersifat kontroversial. Sementara Negarakertagama secara faktual telah dibuktikan melalui telusuran Nigel Bullogh, memang bercerita tentang kemakmuran desa pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

Sementara itu, pesantren, secara genetik memiliki akar sejarah sejak masa pemerintahan Ratu Simha, dengan sebutan Sima. Artinya, wilayah bebas pajak. Bahkan, jauh sebelum itu, pada masa Raja Mulawarman di Kutai sudah terdapat tanah suci yang disebut Baprakesywara, tanah larangan. Tempat pararesi menunaikan ibadah mereka. Raja Mulawarman sendiri mempersembahkan ribuan ekor sapi untuk dikorbankan.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
255

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
172

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
144

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Sejarah pesantren tidak jauh dari kondisi sosial demikian. Pesantren tidak seperti kitab suci yang dibawa langsung dari negeri asalnya. Kendati kitab suci untuk dibumikan di Nusantara juga memerlukan proses pengenalan dalam masa yang tidak singkat. Sebelum dikenal umum, pesantren secara sosial merupakan kelanjutan sejarah dari Tanah Perdikan. Perdikan diambil dari kata “Merdikan” yang berarti “Merdeka”. Merdeka di sini dimaksudkan sebagai wilayah otonom dengan hukum sendiri dan tentunya bebas dari pajak kerajaan. Bebas pajak dari kerajaan ini dimaksudkan adalah sebagai penghormatan kaum kesatria terhadap kaum brahman, agamawan, yang dalam konteks masyarakat muslim dikenal dengan nama kiai, tuan guru, ungku, tengku, dan lain lain.  Maka, tidak heran, jika kemudian di Desa Majan masih terdapat Hukum Adat (nikah sirri) yang masih berlaku. Karena, desa tersebut merupakan sebuah perdikan. Dengan kata lain, pesantren dengan latar sejarah wilayah perdikan tersebut memang diakui oleh Hukum Adat.

Yang jadi persoalan kemudian adalah pesantren dewasa ini menjadi bagian dari hukum nasional sehingga tak jarang harus tunduk dan mendapat legalitas di bawah sebuah yayasan. Dari sini, pesantren harus menggantungkan diri pada manajemen yayasan.

Padahal, sebagai lembaga atau wilayah otonomi, pesantren mampu menghidupi diri secara mandiri. Namun, kenyataan sosial hukum nasional lebih merujuk kepada status rakyat dan kewarganegaraan daripada sejarah status tanah dan kewilayahan.

Kembali kepada kemakmuran, pesantren sudah mampu mencukupi diri dengan usaha usaha mandiri. Produksi dan industri pertanian dilakukan secara swadaya. Sama seperti kehidupan masyarakat desa, gotong royong adalah bagian tak terpisahkan. Jika di desa terdapat “tanah Bengkok” dan lumbung desa sebagai jaring pengaman sosial, maka di pesantren terdapat tanah wakaf. Dari lahan sosial tersebut, kelangsungan pendidikan dan pengajaran di pesantren dapat berlangsung, tanpa harus membebani biaya dari masyarakat. Kalaupun tidak ada tanah wakaf, biasanya parapengasuh pesantren memiliki lahan dan usaha sendiri untuk membiayai pesantren.

Tag/kata kunci: Hukum Adatpesantren
Artikel sebelumnya

Syekh Maulana Maghribi Jabal Kanil

Artikel berikutnya

Mempertimbangkan “Hak Ulayat” pada Pesantren

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
269

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
281

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
169

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
156

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
187

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Mempertimbangkan "Hak Ulayat" pada Pesantren

Umat Islam Bukan Komoditas Politik Praktis

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply