• Terbaru
  • Populer

Sejarah dan Geopolitik Hadarat Al Islam

15 April 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

30 Maret 2025

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Sejarah dan Geopolitik Hadarat Al Islam

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
15 April 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
251
VIEWS

Agama Islam diturunkan kepada suku-bangsa Arab melalui Kanjeng Rasulullah Saw dengan memuat pesan-pesan profetik. Pesan-pesan profetik yang menjunjung tinggi kemanusiaan tersebut kemudian tumbuh dan berkembang di berbagai belahan wilayah di dunia.

Namun demikian, sejarah panjang umat Islam sering dibatasi sendiri pada kejayaan Dinasti Abbasiyah saja. Setelah itu dianggap mundur. Padahal, dengan keruntuhan kota Baghdad pada 1258 Masehi, justeru sejarah dan geopolitik umat Islam semakin tersebar luas.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
156

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
157

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
169

Hal ini dianggap maklum saja karena kejayaan muslim itu hanya dipandang dari segi bahasa dan budaya Arab, padahal menurut KH Said Aqil Siroj, 95 persen karya-karya intelektual muslim justeru muncul dari Khurasan, sementara selebihnya di luar itu, seperti karya-karya intelektual muslim Nusantara misalnya.

Untuk menggambarkan Hadarat Al Islam di dunia memang selayaknya konteks geopolitik lebih tepat untuk dikumandangkan daripada konteks sebuah negara. Karena, kenegaraan lebih mementingkan pada aspek-aspek administratif sebuah pemerintahan daripada wilayah-wilayah dalam pengertian tradisional. Dan, aspek ini menjadi sangat “debatable”.

Periodisasi Hadarat Al Islam

Hadarat Al Islam atau kebudayaan Islam berkembang secara geopolitik berjalan sangat cepat. Hal ini ditandai dengan diturunkannya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw untuk pertama kali pada usia Beliau yang ke-40 tahun.

Periode 611-632 Masehi (Sistem Kerasulan, Profetik)

Secara formal, model negara mulai tampak ketika terbit Piagam Madinah pada tahun 622 Masehi meskipun dengan administrasi yang masih sangat sederhana sekali. Piagam Madinah tersebut ditujukan bagi semua suku dan agama di Yatsrib untuk menyatukan visi kebangsaan di dalam tata kelola kehidupan.

Adapun ciri-cirinya adalah kepemimpinan tunggal Nabi Muhammad Saw sebagai kepala pemerintah sekaligus Rasul utusan Allah. Secara geopolitik, wilayah kekuasaan meliputi Kota Madinah. Sementara kota Mekah sebagai pusat ibadah umat Islam masih dikuasai oleh pembesar-pembesar suku Quraisy. Pada peristiwa “Fath Makkah”, Rasulullah Saw tidak serta merta mengambil alih kepemimpinan Abu Sufyan sebagai pemimpin kota Mekah.

Periode 632-661 Masehi (Sistem Demokrasi)

Sepeninggal Kanjeng Nabi Muhammad Saw, parasahabat melakukan konsolidasi kepemimpinan dengan melakukan musyawarah penunjukan langsung dan voting di Tsaqifah Bani Saidah. Ciri-ciri kepemimpinan tidak semua bergelar khalifah. Umar bin Al Khattab justeru menggunakan gelar Amir Al Mukminin. Sistem demokrasi ini berlangsung selama Periode Madinah (632-656 Masehi) hingga masa akhir Khalifah Utsman bin Affan. Adapun pada periode berikutnya, Periode Kufah 656-661, mulai terjadi dualisme kepemimpinan. Sayyiduna Ali bin Abi Thalib di Kufah dan Muawiyah bin Abi Sofyan di Damaskus. Selain khalifah, Sayyiduna Ali bin Abi Thalib juga digelari oleh sebagian umat Islam “Al Imam”.

Adapun secara geopolitik, wilayah kekuasaan pun terbelah dua, Muawiyah bin Abi Sofyan dengan corak monarki di Utara dan Ali bin Abi Thalib dengan corak teokrasi di Timur dan Selatan jazirah Arab.

Periode 661-1299 Masehi (Sistem Dinasti, Keturunan)

Sejarawan sepakat, periode Dinasti Umayyah (661-750 Masehi) di Damaskus dan Dinasti Abbasiyah (750-1261 Masehi) di Baghdad merupakan satu kesatuan sistem geopolitik meskipun pola kepemimpinan jatuh kepada sistem monarki dan teokrasi dengan gelar Khalifah. Dinasti Umayyah secara terpisah memasuki periode tersendiri pada 750-1031 Masehi di Eropa Barat dengan ibukota Cordova.

Sejak kejatuhan kota Baghdad pada 1258 Masehi menandai otoritas thariqah mulai berlaku. Thariqah sebagai aliran keagamaan bergerak mengalir dan membentuk dinasti-dinasti selanjutnya hingga masa berdirinya negara bangsa (nation state) pasca-Perang Dunia I. Dikatakan bercorak teokrasi, karena pola kepemimpinan sangat ditentukan oleh peran kelompok-kelompok thariqah di dalam memilih seorang pemimpin. Meskipun juga sangat ditentukan oleh otoritas suku-bangsa setempat seperti Fathimiyah oleh anak keturunan Fathimah bin Muhammad di Mesir, Al Sammaniyah oleh anak keturunan Samman Khuda di Samarkand, dan sebagainya. Dalam catatan Iskak Wijaya tidak kurang dari 200 suku-bangsa yang mendirikan kedaulatan sendiri-sendiri. Termasuk, anak keturunan Osman Beik (1299-1324 Masehi) dengan atas nama Dinasti Utsmaniyah Turki.

Ciri-ciri kepemimpinan pada masa dinasti ini ditandai dengan peran ahli agama (thariqah) yang berpengaruh pada pemilihan seorang pemimpin, baik bergelar sultan, raja (malik), maupun khalifah.

Periode 1924-sekarang (Sistem Nation State)

Perang Dunia I (1914-1918 Masehi) yang menyeret Kesultanan Turki Utsmani melawan negara-negara sekutu Eropa telah menandai Hadarat Al Islam menjadi negara-negara bagian kecil dengan atas nama “nation state”. Pada tanggal 3 Maret 1924, Kemal Attaturk mengambil alih kekuasaan Sultan Turki dan menjadikan negara Republik Turki.

Wajah Hadarat Al Islam dalam bentuk kerajaan (Mamlukiyah) atau kesultanan bertahan hingga Perang Dunia II (1939-1945 Masehi) selesai. Ciri-ciri administrasi dan birokasi sangat menonjol meskipun negara-negara dalam bentuk kerajaan, kesultanan, keamiran, keimaman, maupun republik. Sebagaimana Kerjaan Arab Saudi, Kesultanan Brunei Darussalam, Amir Emirat Arab, Keimaman Iran, atau Republik Indonesia. Pada masa ini, peran thariqah mulai jauh berkurang karena tuduhan sebab-sebab kemunduran.

Cirebon, 15 April 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Hadarat Al Islam
Artikel sebelumnya

Cinta Islam Melebihi Cinta Allah (Dunia yang Tak Semakin Aman)

Artikel berikutnya

Peta Geopolitik Hadarat Al Islam (Bagian 1)

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
218

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
204

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
203

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
184

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
221

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
480

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
183

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
165

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Peta Geopolitik Hadarat Al Islam (Bagian 1)

Peta Geopolitik Hadarat Al Islam (Bagian 2)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply