• Terbaru
  • Populer

Sebab Perbedaan Naskah Manuskrip Shahih Al-Bukhari

24 Juli 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Sebab Perbedaan Naskah Manuskrip Shahih Al-Bukhari

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
24 Juli 2021
dalam Budaya dan Agama
A A
309
VIEWS

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, atau yang dikenal dengan Imam Al-Bukhari (W. 256 H) memiliki perhatian khusus kepada buku-buku yang beliau tulis, terlebih kepada Shahih Al-Bukhari yang menjadi buku terkredibel setelah Al-Quran.

Kitab yang ditulis selama 16 tahun itu merupakan hasil dari riset beliau atas 600.000 hadits yang beliau kumpulkan selama beliau rihlah ke timur hingga barat, mengunjungi tempat-tempat yang didiami oleh para ahli hadits untuk beliau ambil haditsnya dan kemudian diriwayatkan, dan pada akhirnya beliau hanya memilih 7000 riwayat hadits lebih yang beliau anggap Shahih. Ditambah Setiap hadits yang ditulis di Shahih beliau sudah “ditirakati” dengan shalat sunnah 2 rakaat dan telah diyakini keshahihan haditsnya.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
152

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
155

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
161

Tidak berhenti disitu, setelah beliau berijtihad untuk menentukan keshahihan hadits, Imam Al-Bukhari juga mempresentasikan kitab beliau kepada ulama hadits ternama di zaman beliau, diantaranya: Imam Ahmad bin Hambal (W. 241 H), Imam Yahya bin Ma’in (W. 233 H), dan Imam ‘Ali Al-Madini (W. 234 H), ketiga ulama tersebut menilai kitab beliau sangat bagus dan sepakat dengan keshahihan haditsnya kecuali 4 hadits. Namun, menurut Imam Al-Uqaili yang dikutip oleh Ibnu Hajar dalam Muqaddimah Fathul Bari, 4 hadits tersebut juga termasuk hadits Shahih.

Oleh karena itu, bukan hal yang aneh jika para ulama menyepakati bahwa Shahih Al-Bukhari merupakan kitab yang paling kredibel setelah kitab suci Al-Quran. Sehingga kita akan menemukan fakta bahwa para santri, bahkan masyarakat islam secara umum itu berbondong-bondong untuk mendengarkan hadits tersebut dari penulisnya, atau orang yang pernah mendengar dari penulisnya, generasi demi generasi melanjutkan estafet hadits ini baik mendengarkan, mengkaji, atau menjadikannya sebuah dalil dan argumentasi.

Murid Imam Al-Bukhari; Imam Muhammad bin Yusuf Al-Firabri -beliau adalah orang yang paling masyhur dalam periwayatan Shahih Al-Bukhari- berkata: “ketika Imam Al-Bukhari masih hidup, lebih dari 90.000 orang yang mendengarkan Shahih Al-Bukhari langsung dari Imam Al-Bukhari”.

Diketahui, salah satu rutinitas Imam Al-Bukhari adalah mengadakan beberapa majlis besar untuk mendiktekan hadits-hadits Shahih yang beliau himpun, bahkan ketika beliau berada di Baghdad, saat majlis berlangsung ada 3 orang penyambung suara, dan di majlis dihadiri oleh ribuan orang.

Imam Nawawi (W. 676 H) dalam Syarahnya atas Shahih Al-Bukhari berkata: “Shahih Al-Bukhari merupakan kitab pertama yang menghimpun hadits Shahih. Ulama sepakat bahwa kitab yang paling kredibel yang pernah ditulis adalah Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Dan mayoritas ulama sepakat bahwa Shahih Al-Bukhari yang paling Shahih antara keduanya.

Dengan ini dapat difahami bahwa Shahih Al-Bukhari sudah terwariskan secara mutawatir dari setiap generasi ke generasi di berbagai belahan dunia, dan pembuktian keaslian naskah Imam Al-Bukhari terdata pada naskah milik muridnya yang paling terkenal yaitu Imam Al-Firabri.

Dari ribuan orang yang mendengar Shahih Al-Bukhari langsung dari sang Imam, namun hanya beberapa yang terkenal dalam meriwayatkan kitab Shahih Al-Bukhari, antara lain:

1.) Abu Ishaq Ibrahim bin Ma’qil An-Nasafi. Beliau mendengar hadits Shahih Al-Bukhari secara keseluruhan kecuali 300 hadits terakhir, namun Imam Al-Bukhari mengijazahkan hadits yang tidak terdengar, sehingga beliau meriwayatkan Shahih Al-Bukhari secara sempurna.

2.) Al-Husein bin Ismail Al-Mahamili. Beliau adalah ulama Baghdad yang paling terakhir wafat yang langsung meriwayatkan Shahih Al-Bukhari langsung dari Imam Al-Bukhari. Namun periwayatan beliau tidak semua hadits, sebab beliau hanya mendengar sebagian dari Shahih Al-Bukhari saat Imam Al-Bukhari datang ke Baghdad terakhir kalinya.

3.) Abu Thalhah Mansur bin Muhammad bin ‘Ali Al-Bazdawi. Beliau adalah orang yang paling terakhir wafat yang meriwayatkan langsung dari Imam Al-Bukhari. Ibnu Nuqthah menyebutkan bahwa ada sebagian ulama yang melemahkan periwayatan Imam Mansur ini sebab beliau mendengar Shahih Al-Bukhari ketika beliau masih kecil. Meskipun begitu, para ulama dan santri di kota beliau tetap mendengarkan Shahih Al-Bukhari dari jalur riwayat beliau.

4.) Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri. Beliau adalah sosok yang paling terkenal dalam periwayatan Shahih Al-Bukhari. Sebab terkenal beliau karena beberapa alasan; pertama, karena beliau mendengar Shahih Al-Bukhari 3 kali langsung dari Imam Al-Bukhari, pada tahun 248 H, tahun 254 H, dan tahun 255 H; satu tahun sebelum wafatnya Imam Al-Bukhari. Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “periwayatan Shahih Al-Bukhari melalui jalur Al-Firabri merupakan riwayat yang paling sempurna”.

Alasan kedua periwayatan Shahih Al-Bukhari melalui jalur Al-Firabri menjadi terkenal sebab beliau memegang naskah Shahih Al-Bukhari milik empunya. Sehingga beliau menjadi leluasa dalam mengecek kesesuaian teks antara naskah beliau dengan naskah Imam Al-Bukhari.

Adapun ulama yang meriwayatkan Shahih Al-Bukhari melalui jalur Al-Firabri, dan mendapatkan akses untuk menyalin naskah langsung dari naskah Imam al-Bukhari ada 4 ulama: Ibrahim bin Ahmad bin Ibrahim Al-Mustamli, Abdullah bin Ahmad bin Hammuyah Al-Hammuyi As-Sarkhasi, Muhammad bin Makki Al-Marwazi Al-Kusymaihani, dan Muhammad bin Ahmad bin Abdullah Al-Marwazi.

Di titik ini naskah Shahih Al-Bukhari mulai terjadi perbedaan. Sebabnya sebagaimana yang diriwayatkan dari Al-Baji, bahwa ketika Ibrahim Al-Mustamli sedang menyalin Shahih Al-Bukhari dari naskah milik Imam Al-Bukhari yang ada pada Al-Firabri, beliau menemukan banyak bagian yang belum diberikan judul bab, akhirnya beliau lah yang menambahkan judul bab.

Kemungkinan besar, 3 ulama lain yang meriwayatkan dari Al-Firabri juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Ibrahim Al-Mustamli. Oleh karena itu naskah menjadi berbeda satu sama lain, meskipun mereka sama-sama meriwayatkan Shahih Al-Bukhari dari Al-Firabri dan sama-sama menyalin naskah dari naskah Imam Al-Bukhari.

Yang menguatkan bahwa 4 ulama itu menambahkan beberapa judul yang belum tertera adalah pada setiap naskah mereka adanya ketidaksamaan urutan bab, ada yang didahulukan, ada juga yang mengakhirkan. Bahkan terkadang antara bab dengan bab yang lainnya tidak tertera satu hadits pun.

Masa setelahnya, datang Al-Imam Abu Dzar Abd bin Ahmad bin Muhammad Al-Harawi yang meriwayatkan Shahih Al-Bukhari dari Ibrahim Al-Mustamli, Abdullah Al-Hammuyi, dan Muhammad Al-Kusymaihani, yang mana ketiganya meriwayatkan dari Al-Firabri.

Periwayatan Al-Imam Abu Dzar Al-Harawi ini tersebar ke negri timur dan barat, karena beliau memberikan perhatian lebih kepada naskah yang beliau miliki dengan memberikan tanda pada setiap perbedaan dan persamaan yang beliau temukan dari ketiga gurunya.

Oleh karena itu Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani memandang bahwa naskah milik Imam Abu Dzar Al-Harawi ini merupakan riwayat yang paling paten sehingga beliau menjadikan naskah Imam Abu Dzar sebagai salah satu rujukan utama beliau ketika menulis Syarah atas Shahih Al-Bukhari.

Adapun ulama mutaakhir yang memberikan perhatian lebih kepada naskah Shahih Al-Bukhari adalah Al-Imam Abu Al-Husain ‘Ali bin Muhammad bin Ahmad Al-Yunini Al-Hambali (W. 701 H). Naskah beliau dikenal dengan An-Nuskhah Al-Yuniniyah. Pada naskah tersebut tertulis bahwa naskah ini telah diriwayatkan secara sama’i dan kemudian dibandingkan dengan 4 naskah milik ulama besar, yaitu: naskah milik Abu Muhammad Abdullah bin Ibrahim Al-Ashili, naskah Abu Dzar Al-Harawi, Abu Al-Qasim Ibnu ‘Asakir, dan Abu Sa’id Abdul Karim As-Sam’ani.

Pada pinggiran naskah Al-Yunini juga disertakan penjelasan terhadap perbedaan-perbedaan naskah pada periwayatan murid-muridnya Al-Firabri, dan murid-murid hingga keatas. Baik perbedaan pada penamaan bab, atau hadits atau kalimat.

Naskah Al-Yunini ini juga digunakan sebagai salah satu rujukan Al-Hafidz Ibnu Hajar ketika menulis Fath Al-Bari, Al-Imam Badruddin Al-‘Aini ketika ‘Udah Al-Qari, dan Al-Iman Al-Qasthalani ketika menulis Irsyad As-Sari.

Diantara ketiga Imam itu, Imam Al-Qasthalani yang paling banyak meneliti secara cermat terhadap lafadz hadits dan perbedaan periwayatan. Selain menggunakan naskah Al-Yunini, beliau juga menggunakan naskah Al-Muhaddits Muhammad bin Ahmad Al-Ghazwali yang kemudian beliau bandingkan dengan naskah Al-Yunini. Dengan ini, naskah milik Imam Al-Qasthalani merupakan naskah yang paling terpercaya yang sudah dicetak dan sampai kepada kita.

Selain naskah Al-Yunini juga ada naskah yang dikenal dengan naskah Al-Sulthaniyyah yang sangat memperinci perbedaan riwayat-riwayat yang ada pada Shahih Al-Bukhari. Setelah naskah Imam Al-Qasthalani, naskah Al-Sulthaniyyah berada di tingkat lebih bawah dalam kepercayaan.

~~

Tulisan ini disarikan dari Muqaddimah Fathul Bari karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan kitab Irsyad Al-Qari ila An-Nash Ar-Rajih li hadits Waiha ‘Ammar karya Syekh Ahmad Ma’bid Abdul Karim.

~~

Sabtu, 24 Juli 2021.
Madinah Buuts Al-Islamiyah, Kairo.

Penulis: Fahrizal Fadhil
Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Al-BukhariFahrizal FadhilManuskrip
Artikel sebelumnya

Hukum Sholat Berjamaah Secara Virtual

Artikel berikutnya

Seandainya Gus Baha Sedikit Naik Level

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
213

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
171

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
192

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
177

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
185

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
447

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
165

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
150

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Seandainya Gus Baha Sedikit Naik Level

NU adalah Wali Sangha, Sebuah Cerminan Budaya

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply