• Terbaru
  • Populer

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

28 Mei 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Nasional

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
28 Mei 2022
dalam Nasional
A A
165
VIEWS

Islam turun kepada Nabi Muhammad saw tidak menghapus kepercayaan lama. Dia tumbuh lalu kawin dengan budaya. Menjadi baru.

Kesesatan manusia apabila berhenti mengesakan Allah Taala.

ArtikelLainnya

Revolusi Mental yang Tanggung! (I)

17 September 2022
151
Foto Koleksi The Defense Post

Taliban dan Mahalnya Ongkos “Kemerdekaan”

16 September 2022
153

Umat Islam Bukan Komoditas Politik Praktis

15 September 2022
161

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
160

Orang-orang yang tidak mengesakan Allah kemudian menuhankan diri sendiri dan melakukan pemberhalaan-pemberhalaan, maka dialah yang tersesat.

Bagaimanakah mengesakan Allah?

Paraulama sudah berijtihad untuk menetapkan huruf-huruf Hijaiyah sebagai abjad bahasa Arab. Padahal, pada bahasa-bahasa selain Arab ada beragam abjad, bahkan abjad bahasa China lebih kaya lagi. Lebih dari 5000 huruf. Memang, jumlah abjad setiap bahasa suku-bangsa berbeda-beda. Ada yang banyak dan ada pula yang sedikit.

Islam adalah ajaran tertua di muka Bumi. Namun, sering ditutup-tutupi oleh syariat (jalan) yang baru. Oleh karena itu, Islam selalu datang di saat syariat-syariat yang bersifat baru itu mulai kehilangan elan vitalnya di dalam mengemban amanah suci.

Sejak dari Nabi Adam as, Islam dihadirkan untuk menegakkan hukum-hukum kepatuhan ketika kedua puteranya, Qabil dan Habil, mendapat perintah kawin dan berqurban.

Pada masa Nabi Nuh as, ia diperintahkan untuk menyelematkan bumi dan manusia dari kepunahan dan ego menuhankan diri. قال ساوى إلى جبل يعصمنى من الماء; ia (putera Nuh as) berkata, “Aku bisa naik ke atas gunung untuk melindungi diriku dari air bah.”

Dan, ketika tanah air menjadi hal pokok bagi kehidupan manusia, Nabi Musa as diperintahkan untuk menyelematkan putera-putera Nabi Yakub as untuk hijrah dari Mesir menuju tanah yang telah dihadiahkan Allah Taala kepada mereka.

Demikian pula, ketika Nabi Isa as diberitakan akan menjadi raja di tanah anugerah itu, iapun mendapat fitnah dan cobaan. Sebagai penyelamat (Islam, Al Masih), ia mendapat hukuman dari raja manusia, Herodes.

Pada intinya, Islam adalah ajaran dan penyelamatan dari tindak penuhanan diri dan pemberhalaan-pemberhalaan.

Sekularisme di Negeri Santri

Buya Said (KH Said Aqil Siroj) menceritakan kalau Islam di bumi Nusantara adalah menyelamatkan manusia dari upaya-upaya menuhankan diri dan pemberhalaan-pemberhalaan. Salah satunya adalah dengan menghapus kasta.

Diceritakan olehnya, kalau sebelum Islam datang, umat manusia di kepulauan Nusantara tidak memiliki wewenang untuk mengesakan Allah Taala. Mereka dibiarkan bodoh, sementara pengetahuan langit hanya dikuasai dan diperuntukkan untuk paraelit saja. Manusia Jawa menuhankan diri dengan kata “ingsun” sebagai sebutan khusus pararaja.

Islam hadir, menurut Buya Said, untuk menyelematkan manusia Jawa dari belenggu kebodohan itu. Setiap manusia diwajibkan untuk belajar bahasa dan kitab suci, Al Quran. Sehingga tidak ada kasta yang lebih tinggi dalam mempelajari bahasa komunikasi kepada Tuhannya.

Pada perjalanan sejarahnya kemudian, Nusantara telah menjadi negeri parasantri. Kaum suku-bangsa yang bisa mengaji. Berkomunikasi kepada Allah Taala secara mandiri.

Namun, ujian keselamatan (Islam) itu kembali datang. Ketika manusia mulai mengenal gelar untuk menuhankan diri, menciptakan kasta-kasta dan berhala-berhala, kembali. Ilmu-ilmu khusus dipisah menjadi ilmu-ilmu agama dan umum. Ilmu dipisahkan secara liberal dan sekularitas. Manusia Nusantara kembali dijauhkan dari ilmu-ilmu khusus itu. Ilmu purba dalam mengenal Allah Taala menuju keselamatan dari ciptaan-ciptaan yang baru. Ada berhala-berhala baru yang dipuja, berupa uang dan teknologi.

Dengan demikian, negara Islam modern adalah negara keselamatan, bukan negara yang menuhankan diri dan memberhalakan banyak hal, terutama uang dan teknologi.

Cirebon 28 Mei 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: KH Said Aqil Siroj
Artikel sebelumnya

KH Syamsul “Atak” Abadi: Sejarah untuk Warisan Anak Cucu

Artikel berikutnya

Gapit24, Makanan Ringan Renyah Penuh Warna Rasa

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Silaturahim, Jurus Temu Alumni ala Mbah Hasyim

22 Agustus 2022
224

Foto koleksi Galeri MQ Kekompakan Kiai Kiai Pesantren Tebuireng dalam Menjaga Turats Foto koleksi Galeri MQ Surabaya-Net26.id - Tanpa lelah lelah,...

Selanjutnya

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

Net26.id - Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah
22 Agustus 2022
570

Thoriqoh Shiddiqiyyah ternyata mempunyai program mengangkat kesejahteraan masyarakat pra sejahtera melalui pembenahan papan atau rumah tinggal. Kebutuhan manusia primer, sekunder, tersier....

Selanjutnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

Net26.id - 1167 Unit Rumah Layak Huni Dari Shiddiqiyyah 01
21 Agustus 2022
229

Keluarga besar Thoriqoh Shiddiqiyyah se-Indonesia membangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia dan menggelar upacara dua kali pada bulan Agustus 2022 ini. Kegiatan...

Selanjutnya

Republik Indonesia Tidak Pernah Dijajah

Net26.id - 17 Agustus Adalah Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia
21 Agustus 2022
192

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
154

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
148

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
153

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
152

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Gapit24, Makanan Ringan Renyah Penuh Warna Rasa

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply