• Terbaru
  • Populer

Buya Said: A Single Majority in Culture

29 Mei 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Jelajahi Alam untuk Kembangkan Kreasi

13 Juni 2025

KHM Yusuf Hasyim: Pahlawan Pembaharu Pendidikan Pesantren

30 Maret 2025

Dunia Itu Mudah Jangan Dipersulit

10 Februari 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Nasional

Buya Said: A Single Majority in Culture

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
29 Mei 2022
dalam Nasional
A A
153
VIEWS

Umat manusia memang diciptakan beragam. Dari sidik jari saja, setiap orang berbeda. Hal ini menandakan kekuasaan Allah swt yang begitu besar hingga perkara-perkara detil dan kecil adalah bagian dari kuasaNya.

Dari perbedaan-perbedaan tersebut, maka sejak awal pun manusia sudah diajarkan konflik dan bertikai. Qabil yang dibunuh oleh Habil adalah gambaran manusia pertama yang membunuh saudaranya sendiri. Allah telah memerintahkan kepada keduanya untuk melakukan qurban (pendekatan) kepadaNya dengan barang-barang murah milik keduanya, ternak dan sayur-sayuran. Tapi, tetap saja, kekhilafan manusia yang dikuasai oleh nafsu tidak mampu dibendung sehingga qurban itupun harus menelan korban jiwa.

ArtikelLainnya

Revolusi Mental yang Tanggung! (I)

17 September 2022
151
Foto Koleksi The Defense Post

Taliban dan Mahalnya Ongkos “Kemerdekaan”

16 September 2022
153

Umat Islam Bukan Komoditas Politik Praktis

15 September 2022
162

Amplop Kiai dan Korupsi

25 Agustus 2022
162

Kisah qurban (mendekatkan diri padaNya) dan korban merupakan bagian dari sejarah dan epos manusia. Dalam kisah-kisah susastra Hindustan (purana), ada disebut pengorbanan aliran darah putera dari Ibu Pertiwi. Dan, seterusnya, kisah-kisah tradisi manusia di berbagai belahan dunia. Penumpahan darah adalah suatu keniscayaan, baik melalui peperangan maupun pengorbanan.

Pengorbanan tertinggi dalam beragam kepercayaan dan keyakinan adalah dipersembahkan kepada Sang Adikodrati. Adikodrati berarti kekuasaan di luar kodrat manusiawi biasa, bisa disebut leluhur, dewa, bahkan Tuhan. Bagaimana dikisahkan sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw, ayahnya, Abdullah, adalah korban yang harus dipersembahkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Manusia pada zaman Jahiliah seperti tak puas jika tidak berkorban dengan darah dagingnya sendiri. Namun, selayak agama yang beradab di kemudian hari, korban-korban berbentuk manusia dihapus oleh Syariat Muhammad. Dan, levelnya pun ditingkatkan lebih tinggi menjadi qurban. Berkorban demi untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan harga yang lebih murah seperti hewan, buah-buahan, dan sayur-sayuran dengan tanpa mengurangi kualitas pengorbanan.

Sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertumpahan darah senantiasa menjadi rutinitas. Mulai dari revolusi fisik menentang Belanda, disusul kemudian pemberontakan-pemberontakan DI/TII, PRRI/Permesta, PKI/Madiun, G30S/1965, peristiwa Ninja dan Dukun Santet di Jawa Timur, dan lain-lain. Semua memakan korban darah manusia.

Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, 1940-2009) coba melerai dengan cara Syariat Muhammad. Walau darah mendidih hendak dilengserkan dari kursi presiden, namun bagi Gus Dur tidak ada setetes darah manusia pun yang boleh mengalir. Pendekatan qurban jauh lebih elegan sebagai suku-bangsa yang bermartabat dan beradab.

Manusia jauh lebih mudah dipersatukan dengan budaya daripada agama dan politik. Di banyak negara, sering terjadi perpecahan karena perbedaan pandangan dan paham agama. Begitu pula, perbedaan pandangan dan paham ideologi politik bisa menciptakan perpecahan, pertumpahan dan pengorbanan darah manusia.

Suku-bangsa Nusantara dibangun dari satu kata “budaya” yang mengandung makna berbagai aspek kehidupan manusia, baik teknologi, ilmu pengetahuan, adat istiadat, maupun gaya hidup dan arsitektur bangunan. Budaya sendiri diambil dari kata “Buddha” atau ‘Budh” yang berarti telah mengetahui atau telah menyadari sepenuhnya. Di dalam Islam, budaya sebenarnya diambil dari simbol huruf Hijaiyah Ba’ (ب).

Di dalam agama Buddha ada empat capaian seseorang dikatakan Buddha, apabila: menemukan kebenaran (dharma), baik hakiki maupun majazi, berupa “perkara” yang sebenarnya, “berpikir” sebenarnya, “kesulitan” yang sebenarnya, dan “jalan” yang sebenarnya.

Dengan demikian, budaya tersebut bila dikomparasikan dengan pengertian istilah-istilah Arab dapat dibedakan menjadi tsaqafah (ilmu pengetahuan), tamaddun (tataaturan, hukum), hadlarah (gaya hidup, arsitektur), serta adab (susastra). Kota Yatsrib menurut Buya Said (KH Said Aqil Siroj) diambil dari nama pendirinya “Yatsrib”, lengkapnya Yatsrib bin Ubail bin Iwadh bin Aram bin Sam bin Nuh as. Kemudian, dijadikan oleh Rasulullah saw menjadi tamaddun atau madinah, tempat didirikannya tataaturan dan hukum-hukum sosial. Sebuah kota dikatakan berbudaya apabila tataaturannya dan hukumnya berjalan baik, begitu pula sebuah negara dan bangsa dalam skala lebih besar. Umat Islam Indonesia dapat menjadi a single majority in culture apabila bisa memenuhi empat arti tersebut: tsaqafah, tamaddun, hadlarah, dan adab.

Cirebon, 29 Mei 2022.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

Artikel berikutnya

Anggun C Sasmi: Masa Kejayaan Industri Musik dalam Negeri

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Silaturahim, Jurus Temu Alumni ala Mbah Hasyim

22 Agustus 2022
225

Foto koleksi Galeri MQ Kekompakan Kiai Kiai Pesantren Tebuireng dalam Menjaga Turats Foto koleksi Galeri MQ Surabaya-Net26.id - Tanpa lelah lelah,...

Selanjutnya

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

Net26.id - Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah
22 Agustus 2022
570

Thoriqoh Shiddiqiyyah ternyata mempunyai program mengangkat kesejahteraan masyarakat pra sejahtera melalui pembenahan papan atau rumah tinggal. Kebutuhan manusia primer, sekunder, tersier....

Selanjutnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

Net26.id - 1167 Unit Rumah Layak Huni Dari Shiddiqiyyah 01
21 Agustus 2022
229

Keluarga besar Thoriqoh Shiddiqiyyah se-Indonesia membangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia dan menggelar upacara dua kali pada bulan Agustus 2022 ini. Kegiatan...

Selanjutnya

Republik Indonesia Tidak Pernah Dijajah

Net26.id - 17 Agustus Adalah Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia
21 Agustus 2022
192

Ada sebuah kebiasaan yang salah letak keliru pasang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang umumnya menyebut frasa 17 Agustus Hari Kemerdekaan...

Selanjutnya

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
155

Pada Haul KH Zainuddin Djazuli di Pesantren Plosomojo, Kediri, Buya Said Aqil Siroj menyebutkan potensi besar yang dimiliki oleh pesantren, berupa...

Selanjutnya

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
149

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi "pendidikan Islam". Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan...

Selanjutnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
153

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
152

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Anggun C Sasmi: Masa Kejayaan Industri Musik dalam Negeri

Buya Uki Marzuki: Marketing is Everything

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply