• Terbaru
  • Populer

Melawan Kemustahilan “dalam Sebuah Puisi”

27 Agustus 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Melawan Kemustahilan “dalam Sebuah Puisi”

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
27 Agustus 2021
dalam Sejarah dan Sastra
A A
218
VIEWS

“Bahwa menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu dapat berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa rencanakan cintamu untuk siapa.” Begitulah kutipan dari Presiden Jancukers Sujiwo Tejo. Dan beginilah kisahku yang kuberi judul “Melawan Kemustahilan”. Selamat menyimak.

Suatu hari aku berkhayal menjadi juara lomba puisi. Aku berharap sekali bisa membacakan puisiku pada momentum yang tepat. Aku berkhayal, audinces mengamini doa yang terkandung dalam puisiku. Puisi ini aku persembahkan untuk seorang wanita. Aku tulis dengan tulus (semoga).

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
240

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
164

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
415

Inspirasi itu hadir begitu saja. Lahirlah puisi yang kuberi judul Gerimis. Minggu malam, 2 November 2014 kebetulan aku mendengarkan acara Puisi Pro 2 RRI Jogja. Lantas kukirimkan puisiku via SMS. Di penghujung acara, diumumkan bahwa puisiku menjadi yang terbaik di babak grup penyisihan. Hatiku gembira dan berbunga-bunga. Selanjutnya puisiku akan diadu dibabak semifinal.

Hari “pertarungan” tiba (16/11). Para semifinalis diminta membacakan puisinya langsung dari studio radio Pro 2 RRI jogja yang saat itu beralamat di Jalan Ahmad Jazuli, Kota Baru. Dari Magrib hujan turun sangat lebat. Lewat waktu Isya pun hujan masih deras. Berangkat dengan sepeda onthel ditengah guyuran besar banyu langit tentu akan sangat berat.

Mau pinjam motor anak kos tapi belum begitu akrab karena aku baru tiga bulan di sini. Aku SMS dan telepon teman-dekat satu kelas dengan niat pinjam motor tapi hasilnya nihil. Normalnya, acara Puisi Pro 2 RRI berlangsung pukul 20.30-22.00. Pukul 21.40, hujan mulai berganti gerimis. Sebentar lagi waktu “pertarungan” berakhir, kalau aku tidak hadir berarti “kalah”. Aku “nekat” berangkat ke studio, dengan sepeda onthel temanku yang sudah kupinjam dari siang (meski agak kempes).

Aku SMS crew radio bahwa aku sedang dalam perjalanan ke studio. Aku yang sempat semangat dan berbahagia karena puisiku sukses di babak awal, jangan sampai menyerah ditengah jalan, harus terus berjuang—sampai final. Kakiku menggowes sepeda begitu cepat, namun tetap saja jalannya lambat karena bannya kempes. Di tengah perjalanan pedal lepas, aku berhenti dan memperbaiki. Sepertinya aku sedang melawan kemustahilan. Namun api semangat di dalam dadaku terus menyala.

Pukul 22.10 aku tiba di studio, dan untungnya masih diperbolehkan tampil. “Nah ini dia anaknya,” “Ayo, cepat-cepat,” ucap crew radio. Aku membacakan puisi Gerimis-ku dengan perasaan yakin, senang dan plong. Kebetulan juga saat aku membacakn rangkain bait-bait gerimis, musik gerimis dari langit pun ikut mengiringi. Selesai. Saat pengumuman, aku dinyatakan masuk final. Aku sangat bersyukur.

Enam hari menuju final. Aku sering latihan baca puisi di kamar. Di kampus, aku kerap berlatih dan meminta saran dari teman-teman, aku juga belajar dari video para juara lomba baca puisi yang aku tonton di Youtube.

Final (22/11) berlangsung di Ambarukmo Plaza. Ini adalah pengalaman keduaku mengikuti lomba baca puisi. Dulu sewaktu MA pernah ikut namun kalah. Setelah aku berbagi cerita bahwa aku berhasil lolos babak final di lomba baca puisi ini, beberapa teman kos dan kampus ikut memberikan dukungan moril. Mereka ikut datang ke tempat acara untuk menyemangati.

Peserta grand final ada 12 orang. Aku kebagian nomor urut 4. Nomor/angka 4 menurut sebagian orang merupakan angka sial. Tapi saat itu aku tak tahu apa-apa. Mengalir saja dan berusaha tampil maksimal dengan segenap kemampuan yang telah kutempa. Dan akhirnya aku sukses meraih Juara 2. Tak menyangka bisa juara, seperti mustahil sebab sebelumnya aku tak punya pengalaman membaca puisi di hadapan banyak penonton seperti di mall ini. Apa lagi pesaingnya juga banyak yang lebih mumpuni dengan jam terbang yang lebih banyak.

***

Gerimis

; untuk wanita berparas embun

Selalu ada gerimis di dalam dadaku

Tiap teringat senyummu yang manis

Rerintiknya selalu memuji namamu

Dalam hening yang tak tertakar

 

Gerimis selalu mengetuk-ngetuk kalbuku

Menyiramkan kesejukan

Juga menyuarakan rindu yang pilu

Pada dirimu yang terlalu kukagumi dalam diam

 

Bibirku tak pernah bisa bicara lantang layaknya deras hujan

Hanya berbisik, samar-samar

Tersirat, itulah yang meluncur dari gerimis jiwaku

 

Gerimis memang seperti tangis

Yang melayarkan doa-doa sunyi

Memohonkan kebahagian untukmu, wanita berparas embun

Yang menyemai damai

Kadang menguntai haru dalam hirupan napasku

 

Engkau, aku, di ruang gerimis

Adalah sepotong kisah

Yang berharap jadi sepasang kekasih

Menyebarkan dan menyuburkan benih-benih cinta

 

Jogja, 2014

***

Tahukah kau ujung cerita ini? Happy ending atau sad ending? Aku tak tahu ini disebut apa. Yang jelas, wanita yang menginpirasiku menulis puisi di atas kini telah menikah dengan lelaki lain yang memang sangat pantas dengannya dan telah dikarunia seorang anak yang lucu, imut dan menggemaskan.

Jogja, 24 Agustus 2021

***

Penulis: Amin Sahri
Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Amin Sahri
Artikel sebelumnya

Jejak, Kiprah, dan Orientasi K.H. Said Aqil Siroj

Artikel berikutnya

Jejak Langkah Pengabdian Bang Ridho di Kota Batam

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
268

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
174

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
274

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
163

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
185

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Jejak Langkah Pengabdian Bang Ridho di Kota Batam

Alfina Rahmah Mawaddah, Qariah Andalan Unusida (1)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply