• Terbaru
  • Populer

Hidup Asep yang Ngairil (Bagian Satu)

28 Agustus 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Hidup Asep yang Ngairil (Bagian Satu)

Sebuah Cerita

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
28 Agustus 2022
dalam Sejarah dan Sastra
A A
160
VIEWS

Setiap sore kecuali Kamis malam, gerobak hias itu selalu diterangi lampu. Libur. Setiap malam pengunjung selalu ramai apalagi malam Minggu.

Ada banyak nama Asep di tempatnya, tapi Asep yang satu itu memiliki tipikal yang susah ditebak. Terutama, oleh kerabat kerabat dekatnya. Asep dengan keanehan keanehannya.

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
240

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
165

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Asep yang satu itu tidak sama dengan Asep Asep yang lain. Asep yang satu itu tergolong rajin ibadah. Meskipun, urut urutan rukun dan syarat sering terlupakan. Keanehan itu seperti disengaja. Barangkali, ia masih terinspirasi Mang Uyan, wali jadzab yang meninggal dunia dua minggu berlalu.

Tak usah pula disebut nama lengkapnya, karena kerabatnya juga sering lupa. Tapi, sebut saja namanya Asep.

Pada suatu ketika, kerabat bahkan orang orang sekampungnya juga tidak lagi ingat. Tiba tiba, Asep muncul dari keremangan malam di pos ronda di ujung jalan pertigaan. Asep berkalung sarung, berjaket, dan bertopi pet. Tak biasa. Asep memakai celana panjang yang dipotong selutut.

Penjaga ronda malam itu ada lima orang yang sedang bermain gaple di bawah terawang lampu gantung. Melihat kedatangan Asep yang tiba tiba, kelimanya terkesiap.

Dari balik jaketnya, Asep mengeluarkan secarik kertas bertulis tangan. Lalu, membentang di bawah temaram. Asep membaca puisi puisinya dengan syahdu. Setelah memecah keheningan, tak menunggu waktu lama, Asep berlalu sebelum kelima penjaga ronda sempat bertanya tanya padanya. Hanya satu kata yang terucap, “Sep!”

Asep menghilang di kegelapan di balik pohon pisang.

Lain waktu, Asep di siang, sekira jam duaan. Tepat pada detik nol nol. Dia telah berdiri di mushalla yang didirikannya di dekat rumahnya. Tak ada seorang pun, kecuali dirinya. Asep azan sendiri, kemudian iqamat dan sholat sendiri. Hingga, pada duduk terakhir, mewiridkan amalan yang sangat panjang.

Semula tidak ada keanehan. Satu dua orang yang berlalu lalang di depan mushalla hanya melirik sebentar, melihat Asep sholat sendirian. Tapi, beberapa hari kemudian mulai terdengar suara sesenggukan tiada henti. Orang mengira Asep sedang tobat. Dia sudah terlalu dekat kepada Tuhannya. Semua penyesalan sedang ditumpahkan. Orang orang berlalu lalang membiarkan.

Namun, tidak berjalan lama. Suara suara sumbang mulai terdengar. Ada yang bilang kalau Asep sudah kelewatan. Beribadah keterlaluan. Bertobat tidak sudah sudah. Kerabatnya mulai khawatir dengan kecamuk pikiran masing masing. Ada yang coba menegahnya, tapi Asep bergeming.

Kampung mulai ramai. Hari itu, penduduk desa berkumpul di depan mushalla. Tak ketinggalan Pak Lurah dan Pak RT juga tampak. Mereka coba menegah Asep lagi agar tak tersedu sedu. “Kasihan kerabat!” teriak salah seorang wanita setengah baya yang menggendong anaknya.

Asep masih bergeming.

Pak Lurah dan Pak RT melerai. Tak ada insiden. Mereka hanya merasa terusik dengan ulah Asep. Beberapa hari kemudian, atas musyawarah desa, Asep mulai ditangkap dengan tuduhan telah bikin keributan dan tindak menyenangkan. Asep digiring ke rumah sakit. Atas rekomendasi Pak Lurah, Asep mendapat fasilitas kamar dan dua orang penjaga dari kelurahan yang bertugas. Setiap hari dua orang penjaga secara bergantian.

Asep masih seperti semula. Tak henti henti sesenggukan, bahkan kian parah dan membuat penduduk desa kian khawatir.

Syahdan, tampak Asep sedang dikelilingi jawara dadu di pasar Ngairil. Dengan berkalung sarung, Asep beberapa kali memenangkan permainan. Tampak wajah kesal lawan lawannya. Berlembar lembar uang sudah dikumpulkannya ke dalam sebuah umplung. Ada ketidakpuasan dari jawara jawara dadu yang biasa mangkal di pasar itu. “Curang! Curang!” teriak mereka, bersamaan. Sembari mengucapkan sumpah serapah. “Main sulap! Main sulap!” teriak mereka lagi sambal menuding nuding Asep. Lalu, Asep dikeroyok. Digebuk ramai ramai hingga babak belur.

Sementara dua penjaga kamar di rumah sakit yang bertugas hari itu terkejut. Karena, tiba tiba serombongan penduduk desa berdatangan seraya memastikan Asep masih di kamarnya.

Dua penjaga itu tampak bingung. “Apa yang terjadi?” tanya keduanya, berbarengan.

Penduduk desa berteriak teriak, “Asep! Asep!”

Kedua penjaga bersitatap, bingung.

“Kalian menjaga Asep tidak becus! Kenapa Asep ada di pasar?” tanya Pak Lurah.

Kedua penjaga tambah bingung. “Kami seharian di sini jagain Asep, tidak ke mana mana. Asep ada di dalam kamar,” sahut penjaga.

“Kalian bohong! Asep ada di pasar Ngairil tadi. Dia dikeroyok preman preman pasar!” tambah Pak Lurah.

“Tidak! Sungguh! Sungguh Asep di kamar bersama kami!” jawab penjaga sembari menjura jura.

Tag/kata kunci: Asep
Artikel sebelumnya

Menjemput Berkah Wali Tanah Jawa

Artikel berikutnya

Yang Dibutuhkan adalah Konsistensi

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
268

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
174

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
274

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
163

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
185

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Yang Dibutuhkan adalah Konsistensi

Hidup Asep yang Ngairil (Bagian Dua)

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply