• Terbaru
  • Populer

Ketika Siang Pun Bermanfaat

12 Februari 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Ketika Siang Pun Bermanfaat

Akhi Fadli Ilmi Ditulis oleh Akhi Fadli Ilmi
12 Februari 2021
dalam Sejarah dan Sastra
A A
153
VIEWS

Allah Ta’ala telah berfirman di dalam Al-Qur’an surat An-Naba’ ayat 11 yang berbunyi;

وَجَعَلۡنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشٗا

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
240

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
164

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
415

Dan Kami telah menjadikan siang guna mencari penghidupan.

Siang adalah waktu yang kadangkala dinanti dan kadangkala pula tidak. Itulah yang dirasakan oleh kami, santri-santri MQ Tebuireng, di tahun 1996 ketika masih menjadi santri “anyaran”. Siang adalah manakala gerbang pesantren terbuka sampai tiba waktu, jam 5 sore. Siang bagi kami adalah waktu terbebas untuk menata kegiatan-kegiatan sore, malam, dan pagi hari.

Bagi para santri yang sudah memasuki jenjang tahfiz (boleh menghafal), waktu siang terasa begitu panjang. Karena, bisa keluar bakda zuhur dan bisa kembali lagi pada jam 5 sore. Sedangkan bagi santri yang masih “bin nadhar”, mereka harus kembali pada waktu Ashar untuk berjamaah di masjid MQ dan melaksanakan setoran setelahnya. Di Tebuireng, terdapat tiga buah masjid besar, tetapi satu yang digunakan untuk menyelenggarakan sholat Jum’at, masjid kasepuhan yang didirikan sejak masa Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari. Masjid kasepuhan tersebut digunakan oleh orang sekampung beserta santri-santri pondok pesantren di seputaran Tebuireng, meskipun jama’ah yang sholat membludak hingga ke pelataran halaman.

Diakui atau tidak, para santri MQ Tebuireng dalam pendapatku terbagi ke dalam kategori berikut; Pertama, kusebut Santri Petarung.

Mereka adalah santri-santri yang setelah makan siang di Jasaboga (Jabo) terus melanjutkan langkah untuk “bertarung” melawan kemalasan. Mereka terbagi dalam dua aliran. Aliran pertama adalah mereka yang mendaras Al-Qur’an di “maqbarah” Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari. Mereka mengaji dan berjamaah sholat Ashar di sana. Mereka kembali menjelang tutupnya gerbang pondok. Aliran kedua adalah mereka yang mendaras Al-Qur’an di masjid MQ dan “maqbarah” Hadratussyekh KHM Yusuf Masyhar. Mereka berada di dalam lingkungan pondok, lebih dekat, dan lebih “adem”, karena angin sawah saat itu terasa begitu kencang, berayun ke dalam masjid. Kedua aliran tersebut merupakan kader-kader bakal calon kyai pesantren di masa depan.

Kedua, Santri Pewarung. Inilah kategori santri terbanyak, namun bukan berarti sangat banyak. Santri tipikal ini adalah mereka yang keluar untuk sekadar melepas penat belajar dan mengaji. Kadang sekadar menonton televisi, ataupun juga “jama’ah” pecinta kopi. Jika piala dunia disiarkan pada siang hari, maka akan terjadi lonjakan besar santri pada kategori ini. Seluruh warung akan penuh sesak dan ramai. Meskipun yang membeli kadang tidak seramai penontonnya. Yang penting nonton bareng.

Santri kategori kedua ini sama, banyak menghabiskan waktu mereka di warung-warung terdekat di sekitar pondok. Dan, biasanya, mereka masuk di waktu “injury time” gerbang pondok ditutup, sambil berlari-lari kecil begitulah.

Ketiga, Santri Pemurung. Model santri yang begini bukan murung yang diartikan kesedihan. Tapi, lebih kepada kegiatan mereka yang datar-datar saja. Bayangkan, setelah dari Jasaboga, mereka menuju kamar masing-masing atau ruang kelas terdekat untuk melanjutkan sebuah rutinitas umum manusia, tidur. Walaupun dengan selembar sajadah, mereka bisa tertidur nyenyak di sana. Karena, khusus di kamar, biasanya terdapat aturan tak tertulis: yang tidur banyak akan mendapat sambutan, “Woi… Jendela tutup woi, ulap!”

Keempat, Santri Pesarung. Yang ini agak rahasia. Di siang hari, ada beberapa santri yang juga memakai sarung, tapi sarungnya “terlihat” agak lain dari biasanya. Agak “gemuk”. Ternyata ini adalah kategori santri yang pandai “kamuflase” di depan aparatur keamanan pondok. Mereka memakai celana di balik sarung mereka. Tujuan mereka jelas bukan tujuan jarak pendek. Minimal, mereka akan naik angkutan kota untuk pergi jauh. Santri tipikal ini bukanlah santri yang “nakal”. Mereka hanya memiliki tujuan yang jika diketahui orang, dirasa kurang “etis”. Untuk kategori ini, aku yakin banyak yang pernah mengalaminya.

Akhirnya, siang hari memang waktu ketika manusia merasakan lelahnya. Namun, semalas dan selelah apapun, jika niat dan “himmah ‘aliyah” (semangat tinggi) sudah tertancap, maka mengaji adalah pilihan terbaik bagi seorang santri saat itu. Maka, benarlah yang didawuhkan oleh K.H.Fauzan Kamal dulu, “Santri ketika di pondok khatam berkali-kali itu sudah biasa, sudah memang cocok, tapi yang luar biasa itu, sudah berkeluarga, tapi masih mampu menjaga istiqomah mengajinya.”

“Allahumma ma’al Qur’an”.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Hadratussyekh KHM Yusuf Masyhar dalam Kenangan Santrinya

Artikel berikutnya

Wakadol, Bojleng-bojleng

Akhi Fadli Ilmi

Akhi Fadli Ilmi

Dosen dan penulis buku tinggal di Surabaya اللهم مع القرآن

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
268

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
174

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
274

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
163

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
185

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Wakadol, Bojleng-bojleng

KH Munawar Hidayat: Sang Pecinta Al Quran Sejati

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply