• Terbaru
  • Populer

Metode Belajar dari Mbah K.H. Dalhar Munawwir

7 Agustus 2021

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Metode Belajar dari Mbah K.H. Dalhar Munawwir

Pengasuh Pondok Pesantren Nurussalam Krapyak Yogyakarta

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
7 Agustus 2021
dalam Sejarah dan Sastra
A A
218
VIEWS

Metode orang zaman dahulu tidak kalah hebatnya, mereka mampu menciptakan kader dan generasi yang mumpuni. Hanya saja, zaman sekarang jarang yang mempraktekkan akibat kualifikasi dan sertifikasi. Orang zaman dahulu tidak saja menyinari pikiran dengan ilmu dan pengetahuan-pengetahuan, melainkan juga cahaya bagi perilaku yang belakangan disebut karakter. Berikut adalah salah satu contoh orang zaman dahulu mendidik putera-puteri dan santri-santri. Mereka tidak saja menerima melainkan mereproduksi ilmu dan pengetahuan yang sudah didapat.

—

ArtikelLainnya

Coretan Fajar dalam Literasinya: Semua yang Ada Bukanlah Tuhan

20 Mei 2024
248

Sejarah Pendirian NU untuk Merespon Situasi Global

15 Mei 2024
171

Apa Untungnya Menjadi Seorang Penulis?

14 Mei 2024
141

Hidup bukan tentang Kegagalan

23 April 2024
416

Begini ceritanya. Ketika saya kuliah S1 di IAIN Sunan Kalijaga, saya menyantri PP Al-Munawwir, Komplek Nurussalam, Krapyak Yogyakarta. Pengasuh pondok ini adalah al-marhum al-maghfur lahu K.H. Dalhar Munawwir, putra Mbah Kyai Munawwir. Saya mengaji beberapa kitab dari beliau, antara lain Nihayat al-Zayn karya al-Nawawi al-Bantani dan Al-Adzkar al-Nawawiyah. Selain mengaji, saya ditugasi oleh beliau mengajar Ajurumiyyah kepada santri-santri putri (hampir semua teman-teman saya di IAIN). Saya matur kepada beliau, “Pak kyai, mmm saya ini belum mahir banget dengan ilmu alat. Memang sedikit paham ilmu nahwu. Apakah saya sudah pantas mengajar, Pak Kyai?” Beliau menjawab: “Dalamilah ilmu itu sambil mengajar.” “Tapiiii ….”, timbal saya. “Sudahlah, Sahiron, kamu lakukan saja,” beliau menimpali. Sambil rasa waswas, saya pun mengikuti dawuh beliau seraya mengatakan, “Inggih, Pak Kyai, insya Allah.” Saya mulai mengajar meski saat itu masih kurang percaya diri. Lama kelamaan terbiasa. Saya menggunakan metode pengajaran teori dan praktik. Teori nahwu saya terangkan, lalu dipraktikkan oleh santri2 dengan langsung membaca kitab kuning dan menerjemahkannya. Saya hanya berpikir sederhana, yakni bahwa santri Nurussalam harus bisa memahami kitab kuning dan menerbitkan karya terjemahannya. Satu pertemuan demi pertemuan berlalu dan alhamdulillah karya terjemahan tentang shalat tarawih diterbitkan oleh almarhum Pak Prodjo, dosen Fak. Tarbiyah saat itu. Paling tidak, ada dua pelajaran yang bisa saya petik: (1) Mengikuti dawuh kyai dalam hal kemajuan dan kemaslahatan, (2) Mendalami ilmu sambil mengajar, dan (3) maju bersama teman dan anak didik dalam hal berkarya. Semoga bermanfaat.

Penulis adalah Pendiri PP Baitul Hikmah dan Ketua Nawesea

Penulis: Prof. Dr. Sahiron Syamsuddin
Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Sahiron Syamsuddin
Artikel sebelumnya

Renungan Kuswaidi Syafiie: Menemukan Allah

Artikel berikutnya

Mengenang Mbah Dalhar: Bahtsul Masa’il (bagian 1)

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Turut Berdukacita Kewafatan Rara Gendis Danerek

23 April 2024
269

KAU BEGITU DEKAT Rara Danerek Dan awan menyelubungi perjalanan terasa jauh, tetapi dekat untaian doa dan bebungaan menemani waktu yang tersisa...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Kedua)

21 April 2024
175

“Gunakan waktu sekolah untuk belajar,”  ucap salah satu guru saya ketika pidato di upacara hari Senin waktu itu. Saat bolos, saya selalu berpikir akan ucapan bernada...

Selanjutnya

Pelangi di Awal Cakrawala (Bagian Pertama)

19 April 2024
276

Nama saya Fajar Sidik. Lahir pada tanggal 16 Mei 2005. Fajar adalah nama panggilanku dan saya lahir dari keluarga yang sangat...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

25 Januari 2024
154

Di dalam rumah kayu, tergeletak seseorang yang tengah mendengkur halus. Nafasnya teratur dengan punggung yang tenang. Tubuh itu tak bergerak sama...

Selanjutnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-1

24 Januari 2024
158

Huma itu lantang dan tampak bersih dari rerumputan. Tidak terlalu lebar luasnya. Daun daun pepohonan tumbuh liar. Hujan baru saja reda...

Selanjutnya

Pati Rasa dalam Menghadapi Kenyataan

14 Januari 2024
165

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meraih cita cita dan cinta. Namun, selalu saja mendapat kegagalan. Orang yang sering mendapat kegagalan, hatinya...

Selanjutnya

Ketika Kuda Besi kembali Dipacu

16 November 2023
155

Laki-laki itu menyusuri jalan tanpa tahu kemana. Keluar dan bergerak hanyalah pilihannya saat itu. Puluhan beban liar di pikirannya seakan ingin...

Selanjutnya

Menjadi Seorang Dienald di Tengah Arus Perubahan

8 Juli 2023
186

Sebagai jiwa yang memiliki spirit kebudayaan, Muhammad Dinal Maryadi (lebih sering disebut Dienald), termasuk beruntung. Dia memiliki kesempatan emas selama perjalanan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Mengenang Mbah Dalhar: Bahtsul Masa'il (bagian 1)

Kiai-Kiai Muda Alumni MQ Tebuireng Pemangku Pesantren

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply