• Terbaru
  • Populer

Bizantium: Sejarah Awal Perang Salib

18 Mei 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Bizantium: Sejarah Awal Perang Salib

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
18 Mei 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
297
VIEWS

Apakah kata “Bizantium” telah menggugurkan kata “Al Rum” dalam Al Quran? Sementara, “qarinah”, makna konotatif yang dimaksud kata Al Quran tersebut adalah Bizantium sesuai fakta zamannya.

Meskipun demikian, eksistensi Bizantium sebagai sebuah imperium memang berlatar belakang dari Kekaisaran Romawi (Al Rum) Kuno yang berpusat di Kota Roma. Untuk sebutan, Kota Roma adalah Romawi Barat sementara Konstantinopel adalah Romawi Timur. Tidak masalah dari kronologi peristiwa sejarahnya meskipun komentator muslim menyebutnya telah terjadi pengaburan makna kata, dari Al Rum kepada Bizantium.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
156

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
156

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
167

Pasang Surut Sejarah Suku-bangsa Yunani

350 tahun sebelum Masehi, suku-bangsa Makedonia (Yunani) melakukan ekspansi besar-besaran ke dunia Timur dan Mesir. Alexander the Great (356-323 sebelum Masehi) membuka babak baru filsafat bersentuhan dengan realitas yang beragam. Namun demikian, baik kalangan filosof maupun sejarawan sering membedakan dua kutub yang sebenarnya tidak ada. Antara akal (filsafat) dan rasa (mistik). Dalam sejarah filsafat, malah sering disebut filsafat berhenti setelah masa ekspansi (Hellenisme) ini sehingga memunculkan masa nabi-nabi yang lebih banyak mempersoalkan tentang teologi dan keimanan. Hellenisme sendiri bermakna pertemuan budaya dan filsafat antara Yunani dan Dunia Timur (Persia, India, dan China).

Suku-bangsa Yunani mengalami konflik peradaban cukup lama dengan Persia. Silih berganti saling menyerang.

Perang antara Yunani dan Persia disebut Perang Persia yang berlangsung sejak 499 sampai 449 sebelum Masehi atau selama 50 tahun. Perang tersebut terjadi antara Kekaisaran Akhemeniyah melawan negara-negara kota di Yunani. Pemicu perang besar ini diawali dari penaklukan Ionia oleh Koresh Agung (576-530 sebelum Masehi) pada 547 Masehi. Koresh menempatkan seorang Tiran di Ionia sehingga menjadi sumber masalah hubungan antara Yunani dan Persia.

Koresh Agung, namanya dikenang dalam Al kitab Ibrani sebagai pelindung dan pengirim suku-bangsa Yahudi. Namanya disebut sebanyak 23 kali baik secara terang maupun samar.

Koresh Agung disebut pula sebagai penguasa pada masa akhir pembuangan Babilonia. Ia mendapat perintah dari Allah untuk membangun kembali Baitul Maqdis dan memulangkan suku-bangsa Yahudi ke Tanah Kanaan (Israel). Ia mengembalikan barang-barang suci yang dirampas dari Baitul Maqdis Pertama, membelikan bahan-bahan bangunan, dan mengeluarkan dekrit untuk tatakelola Rumah Suci.

Masa akhir pembuangan Babilonia adalah peristiwa pengasingan dan pembuangan suku-bangsa Israel dari Kerajaan Yehuda kuno ke Babilonia oleh Nebukadnezar II pada 586 sebelum Masehi. Peristiwa pembuangan ke Babilonia dan kepulangan mereka ke Israel, serta pembangunan kembali Baitul Maqdis merupakan peristiwa penting dalam sejarah suku-suku-bangsa/agama Yahudi. Hal ini memiliki dampak jangka panjang bagi perkembangan budaya dan tradisi suku-bangsa Yahudi berikutnya.

Bintang Bulan Sabit

Perang Persia telah melibatkan banyak suku-bangsa dan wilayah, diantaranya adalah daratan Yunani, Thrakia, Kepulauan Aigea, Asia Kecil, Siprus, dan Mesir. Begitu pula, suku-bangsa Sparta dan Athena.

Seperti peradaban besar lainnya, Kekaisaran Romawi tidak berdiri sendiri. Dua suku-bangsa besar, Roma dan Yunani, pada hakikatnya adalah satu meskipun berbeda wilayah. Kisah legenda Aineias, pahlawan Troya, menyebutkan suku-bangsa Roma adalah kelanjutan dari kejayaan Yunani.

Namun demikian, tidak ada kata sepakat waktu Kekaisaran Bizantium mulai berdiri. Setidaknya, ada tiga pendapat yang mengatakan, pertama, masa Diokletianus (284-305 Masehi) yang melakukan reformasi pemerintahan yang membagi kerajaan menjadi Pars Orientis dan Pars Occidentis. Kedua, masa Theodosius I (379-395 Masehi), saat kekaisaran terpecah menjadi Timur dan Barat. Ketiga, pada 476 Masehi, ketika Roma dijajah untuk ketiga kalinya yang menandakan kejatuhan Barat, sehingga kekuasaan di Timur (Yunani) menjadi kekaisaran tunggal. Kaisar Konstantinus I memindahkan pusat pemerintahan dari Nikomedia (Anatolia) ke Bizantium (yang menjadi Konstantinopel) pada 330 Masehi. Kata Konstantinopel berarti “Kota si Konstantinus”.

Asal usul Kekaisaran Bizantium berawal dari legenda Byzas dari Megara, sebuah kota kecil dekat Athena. Setelah Byzas berlayar ke arah Timur Laut, melewati Laut Aegea, dalam rangka mendirikan sebuah kota baru, ia meminta petunjuk dari seorang paranormal. Setelah menemukan tempat yang dituju di dekat kota Khalsedon, Byzas pun mendirikan kota dengan namanya sendiri, Byzantion. Bizantion menjadi cepat ramai karena satu-satunya jalan menuju ke Laut Hitam.

Sebagai wilayah perlintasan dan pusat keramaian, antara Benua Eropa dan Benua Asia, Bizantium atau Konstantinopel merupakan kota heterogen budaya dan agama. Tidak saja peperangan antar suku-bangsa, konflik budaya dan agama juga sering terjadi.

Peristiwa penting yang pernah terjadi diantaranya adalah ikonoklas dan ikonodul. Sebagaimana Kaisar Leo III (685-741 Masehi) pada 726-730 memberikan maklumat untuk penghancuran simbol-simbol agama. Peristiwa ikonoklas pernah terjadi di Arab Saudi ketika paham ekstrimisme Wahabi-Salafi memberi fatwa penghancuran kuburan-kuburan sahabat Rasulullah Saw karena dianggap syirik. Perbuatan tersebut sudah mengarah kepada kuburan Rasulullah Saw, namun dicegah oleh umat Islam seluruh dunia, terutama dari Jawa.

Foto Wikipedia

Maklumat Kaisar Leo III tersebut dipengaruhi oleh tiga sebab diantaranya adalah, pertama, usaha kaisar untuk memperlemah pengaruh para pemuka agama yang sangat berperan penting dalam gerakan spiritual jemaat. Kedua, kebiasaan kaisar untuk menentukan kebijakan agama. Ketiga, kaisar bermaksud untuk menghilangkan praktik kultus terhadap simbol-simbol agama yang dipandang sesat.

Namun, gereja-gereja ortodoks menentang maklumat Kaisar Leo III tersebut. Sebagaimana Santo Yohanes (674-749 Masehi), Imam Gereja, di Damaskus, melakukan gerakan Ikonodul (mendukung simbol-simbol dan gambar orang-orang suci). Perbedaan yang menyolok antara gereja Barat (Roma) dan gereja Timur (Konstantinopel, kemudian Rusia, dan gereja-gereja Timur lainnya).

Penggambaran Bintang Bulan Sabit menjadi Ikonodul tersendiri bagi suku-bangsa Bizantium. Bulan Sabit merupakan simbol Dewi Bulan dan Bintang yang mewakili Dewa Matahari sebagaimana dewa-dewi yang sudah ada di zaman Yunani Kuno. Telusuran hasil penelitian mengungkapkan pula pada masa Hellenisme di lembah Mesopotamia sudah berkembang penggunaan Bintang Bulan Sabit untuk simbol-simbol kedinastian.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: AkhemeniyahBizantiumIonia
Artikel sebelumnya

Yudea: Sejarah Awal Perang Salib

Artikel berikutnya

Desa Jajar Kabupaten Trenggalek Bangun Budaya

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
217

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
190

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
202

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
181

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
206

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
468

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
174

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
157

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Desa Jajar Kabupaten Trenggalek Bangun Budaya

Media Budaya sebagai Pembentuk Karakter

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply