• Terbaru
  • Populer

Buya Uki Marzuki: Kiai Tar Suka Mendidik Para Preman

13 Juli 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 13 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Berita Khusus

Buya Uki Marzuki: Kiai Tar Suka Mendidik Para Preman

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
13 Juli 2022
dalam Berita Khusus
A A
375
VIEWS

Jombang-Net26.id Selama ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, dikenal tertutup untuk umum. Semua kegiatan dan aktivitas thariqah dijalani secara tertutup. Lalu, apa yang salah dengan ketertutupan itu?

Tidak Ada yang Aneh

Semua berjalan normal seperti pesantren-pesantren yang umum di Indonesia. Sebagai pondok pesantren yang berbasis thariqah Shiddiqiyyah, Ponpes tersebut memiliki gubah atau pasulukan. Sehingga ada prosesi kesetiaan (baiat) untuk menjalankan syariat Islam. Demikian, esensi dari sebuah baiat. Setiap manusia oleh Allah Taala sudah dibaiat langsung ketika berada di dalam kandungan sebagaimana firmanNya dalam surat Al A’raf ayat 172;

ArtikelLainnya

Lompatan Besar Mendalami Tafsir Al Quran

5 Agustus 2023
203

Gerai dan Pesona Kopi Abah

1 Agustus 2023
203

Fikrah dan Harakah KHM Yusuf Masyhar di Kabupaten Sidoarjo

31 Mei 2023
253

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023
415

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

Ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

Buya Uki Marzuki, Sekjen Majelis Mujahid NKRI

Hanya saja, setelah lahir ke dunia, manusia tersebut ditentukan Nasrani, Yahudi, atau Islam oleh kedua orang tuanya. Sehingga mereka lupa pada perjanjian awal (baiat) kepada Allah tersebut. Di dalam Islam, baiat secara langsung kepada Allah Taala selalu diperbaharui dua kali setiap lima waktu di dalam sholat wajib (maktubah). Ketika orang sholat diwajibkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada dua duduk kesaksian (tasyahud). Jadi, agar tak lupa, setiap mukmin dan muslim senantiasa “restarting” baiatnya ketika sholat lima waktu.

Allah Taala sebagai Sumber Cahaya

Ada renungan Buya Uki Marzuki ketika mengenal KH Muhammad Muchtar Mu’thi yang biasa akrab disapa dengan panggilan Kiai Tar. Seorang mursyid (guru thariqah) sekaligus pendiri Ponpes Shiddiqiyyah. Kiai Tar akrab dan berdakwah kepada kalangan-kalangan yang biasa hidup di dunia hitam. Jika merujuk kepada Gus Miek (KH Hamim Tohari Djazuli, 1940-1993) atau Gus Miftah (Miftah Maulana Habiburrahman), maka tidak berbeda jauh dengan metode dakwah Kiai Tar. Hanya karena Kiai Tar sering mastur (samar), maka dia tidak semasyhur seperti Gus Miek atau Gus Miftah yang viral di berbagai media sosial.

Maka, jika kemudian Kiai Tar dan Ponpes Shiddiqiyyah terkesan tertutup, karena semata menjauhkan diri dari hiruk pikuk politik karena pengikutnya banyak. Hal demikian merepotkan dirinya. Belum lagi intrik-intrik politik yang culas dan kejam. Sering tamu-tamu yang datang sowan kepadanya tidak ditemui. Apalagi thariqah-kalau tidak dipahami oleh sesama pengamal thariqah-hanya akan mengundang fitnah.

Bagi Buya Uki, Allah Taala adalah sumber cahaya dengan kekuatan dahsyat tak terhingga. Sebagaimana firmanNya dalam surat Al Nur ayat 35;

اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah memberi petunjuk dengan cahayaNya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Di dalam thariqah, setiap pelaku thariqah (salik) akan seperti seekor laron yang mendekati sumber cahaya. Jika tidak kuat, maka dia akan jatuh. Orang yang tidak paham thariqah hanya akan mengumbar fitnah. Oleh karena itu, mengajarkan thariqah memerlukan strategi tersendiri agar tidak tertimpa fitnah seperti membuka komunikasi secara luas serta tidak meninggalkan amaliah-amaliah yang berlaku umum. Karena, bagaimana pun juga, Islam adalah agama konsensus. Kalau ada perselisihan paham atau pendapat agar kembali kepada Allah (Al Quran) dan RasulNya (sunnah), dan (ijma’) ulama sebagai pewaris Nabi saw.

Para penyebar Islam awal di Nusantara dalam melakukan dakwah tidak serta merta langsung mengajarkan fiqh, karena ada kewajiban-kewajiban yang dapat memberatkan (taklif) kebiasaan. Islam didakwahkan dengan cara yang mudah (الدين يسر). Harus dengan cara dan pendekatan-pendekatan yang mudah. Berpuasa itu memberatkan bagi orang yang tidak terbiasa berpuasa misalnya. Maka, kewajiban tersebut dapat diganti dengan cara yang lebih ringan semisal membayar fidyah. Jika berpuasa itu perlu latihan dan kebiasaan, maka dakwah demikian sudah harus dilatih dan diajarkan sejak masih anak-anak.

Orang-orang Nusantara lebih mengedepankan etika dan penghayatan agama secara mendalam daripada belajar akidah yang rumit. Mereka merasa lebih bebas dalam ekspresi dan apresiasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengenalkan Islam agar mudah dihayati dan diapresiasi. Apalagi jika membaca sebuah hadis di dalam kitab kecil seperti Bulughul Maram, ketika Rasulullah saw ditanya tentang syarat masuk Islam. Maka, Rasulullah saw menjawab, “jujur”. Hanya jujur. Belum syahadat, fiqh, dan kewajiban-kewajiban berat lainnya. Rasulullah saw lebih mengedepankan etika dan penghayatan daripada akidah seperti dakwah-dakwah para mudda’i zaman sekarang. Buat apa ibadah rajin kalau etika tidak benar?

Di dalam sejarah hukum Islam, fiqh juga diterapkan secara bertahap (tadarruj) dan tidak sekaligus. Perlu latihan-latihan. Maka, Rasulullah saw pun bersabda;

انما بعثت لاتمم مكارم الأخلاق

Sungguh aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.

Sempurnakan dulu akhlak, baru yang lainnya.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: anak kyai jombangbechicukai rokokinvestigasijombangpabrik rokok strokok sehatrokok stsehat tentremshiddqiyyahsidiqiyah
Artikel sebelumnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

Artikel berikutnya

Thariqah Shiddiqiyyah dan Thariqah Mu’tabarah

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023
167

Hari yang indah. Dapat berjumpa kalangan penyair. Sebutan bagi penggiat puisi di Indonesia. Mereka muncul dalam karakter dan corak pakaian yang...

Selanjutnya

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023
327

Judul : Sebuah Biografi KH Ahmad Musta’in Syafi’ie Pengantar : M. Alaika Salamulloh Penulis : M Junaidi Cover : Ismail No....

Selanjutnya

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023
186

Disarikan dari “Pemikiran Hadratussyekh KHM Hasyim Asy'ari dalam Kajian Kontekstualisasi Tafsir Kebangsaan” oleh Dr. KHA Musta'in Syafi'ie, M.Ag. Sayyidah Fatimah Radliyallahu...

Selanjutnya

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
230

Meskipun bersifat dikotomik, pada hakikatnya, keilmuan itu kembali kepada diri pribadi masing masing. Itulah genre yang sesungguhnya. Ketika genuisitas dan otentisitas...

Selanjutnya

Bekejai, Tradisi Gotong Royong dalam Adat Pernikahan

25 November 2022
344

Bekejai adalah upacara daur hidup di daerah Sumatera bagian khusus. Istilah ini muncul dari adat dan bahasa Rejang. Suku ulu yang...

Selanjutnya

Welfare State, Pembangunan Ekonomi Berstandar Sedekah

16 November 2022
208

Tema Welfare State, pembangunan ekonomi berstandar sedekah memang tidak umum dalam studi studi sosial, ekonomi, politik, bahkan kemakmuran itu sendiri. Sebagaimana kemakmuran...

Selanjutnya

Lukisan Habib Luthfi Laku Dijual Ratusan Juta

18 Oktober 2022
252

Di tengah ancaman krisis ekonomi dunia saat ini, ketika hampir setiap orang kebingungan berbicara duit, Yudi Antono seolah mendapat keberkahan duren...

Selanjutnya

Kebahagiaan Maulid Nabi Dan Wujud Syukur Shiddiqiyyah Sebagai Bangsa Indonesia

Santunan Nasional Shiddiqiyyah
13 Oktober 2022
193

Kebahagiaan Maulid Nabi dan wujud syukur Shiddiqiyyah sebagai Bangsa Indonesia oleh Warga Shiddiqiyyah dikhidmatkan dengan memberikan santunan nasional. Warga thoriqoh Shiddiqiyyah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Thariqah Shiddiqiyyah dan Thariqah Mu'tabarah

KH Amin Abdul Hamid: Kemaksiatan dalam Thariqah

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply