• Terbaru
  • Populer

KHA Musta’in Syafiie: Dafn al Wujud dalam Kesabaran

16 Juli 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

KHA Musta’in Syafiie: Dafn al Wujud dalam Kesabaran

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
16 Juli 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
209
VIEWS

Berbeda dengan Sayyid Syekh Najmuddin Al Kubra yang memberi ciri setiap wali adalah memiliki sifat syattari, mandiri selalu berzikir kepada Allah Taala, KHA Musta’in Syafiie dengan mengambil teori “Dafn Al Wujud” Sayyid Syekh Ibnu Athaillah Al Sakandari guna menyembunyikan, menanam di kedalaman, eksistensi diri (kewalian) di hadapan makhluk lainnya.

Namun, sejauh ini, Dafn Al Wujud tersebut masih sering terjadi kesimpangsiuran sebagaimana lazimnya cerita-cerita tentang wali mastur yang tak mau diketahui kewaliannya oleh khalayak.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
156

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
156

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
167

Wali Mastur

Istilah wali sendiri memiliki beragam makna, namun sering diidentikkan dengan orang yang sangat dekat kepada Allah Taala. Sehingga karena dekatnya, orang yang dinamakan wali akan mendapatkan keistimewaan-keistimewaan di luar kebiasaan manusia kebanyakan (khawariq al ‘adah) atau nyeleneh. Semakin nyeleneh seorang wali semakin pula dianggap paling “sakti”. Ada banyak kitab-kitab yang membahas fenomena-fenomena kewalian ini, terutama kitab-kitab tasawuf. Meskipun tidak sedikit pula yang coba menyederhanakannya. Gus Mus (KHA Mustofa Bisri) misalnya mengartikan kata wali ini dengan pengertian “bala” atau pasukan. Jadi, seorang wali adalah salah satu personil dari balatentara Allah Taala.

Dan, sedemikian pentingnya wali-wali mastur karena sering mengaburkan eksistensinya dengan menyamar dari pandangan manusia, maka tidak jarang pula sering diceritakan ada tim pemburu wali mastur dengan tujuan sederhana untuk meminta keberkahan, keselamatan, dan tidak sedikit yang berharap agar dijadikan wali juga seperti dirinya.

Dalam khazanah cerita-cerita kewalian, thariqah, bahkan para kaum sufi, perburuan ini sering digambarkan seorang murid yang mencari mursyidmya meskipun harus menempuh perjalanan yang begitu panjang melintasi negeri-negeri. Walaupun istilah mursyid tersebut jarang disebut di dalam kisah-kisah pencarian tersebut. Sederhananya, masih ingat, kan, dengan kisah populer “Para Pencari Tuhan”?

Tafsir Genre

KHA Musta’in Syafiie, salah satu sesepuh Pesantren Tebuireng, dikenal sebagai ahli tafsir yang kritis. Ia memiliki kepiawaian mengulas, menganalisis, menilai, serta menimbang satu persoalan yang melingkupi masyarakat sebagai seorang ahli tafsir. Metode cerita yang digunakan olehnya dapat dengan mudah dicerna oleh segenap kalangan, mulai dari kalangan intelektual, mahasiswa, atau bahkan orang awam. Sepintas, metode penyampaian tafsirnya seperti sangat ideologis dari sudut pandangnya yang kritis. Tafsir yang dikemukakan olehnya tidak bisa dipandang sebagai sebuah pandangan umum yang bersifat “generate”. Mengambil kesimpulan dari hasil-hasil (results) yang sudah ada. Melainkan, dari persoalan yang dipandang nyeleneh dan “problem solving”. Gampangnya, ketika ia menceritakan tentang keputusan Imam Al Syafi’i dalam menetapkan matla’ (geopolitik) misalnya. Semua ulama “generate” berkesimpulan matla’ cukup satu, tidak parsial dan lokalistik. Jika di Mekah menetapkan tanggal 10 Dzulhijjah pada hari Sabtu, maka seluruh negara di dunia harus mengikuti pendapat ini, tanpa terkecuali.

Imam Al Syafi’i menyalahi pendapat mayoritas (jumhur) tersebut dengan menyatakan matla’ harus parsial. Berdasarkan hadis yang menyatakan tanggal 1 (awal) bulan Qamariyah harus didasarkan pada penglihatan langsung bulan sabit (hilal) dengan metode “imkan al ru’yah”. Jika hilal belum kelihatan (meskipun tertutup oleh awan) tetap belum bisa ditetapkan tanggal 1 tersebut. Jadi, matla’ harus ada.

Begitu pula, di dalam mengungkapkan teori “Dafn Al Wujud” ini, KHA Musta’in Syafiie berpendapat: menyembunyikan eksistensi diri tidak harus meninggalkan cara hidup normal dengan ekstrim (menyamar) menjadi pengemis, pertapa di goa-goa atau di gunung-gunung, menghindar dari keramaian, dan seterusnya. Dafn Al Wujud sebagaimana Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari juga dapat dalam kapasitasnya yang masyhur. Dikenal luas oleh masyarakat dunia. Dengan cara apa? Dengan cara keilmuan.

Dengan demikian, untuk mendapatkan status wali mastur sekaligus wali masyhur sebagaimana Hadratussyekh, sebaiknya memang harus alim dulu. Tidak dengan capaian-capaian dalam tirakat yang kuat seperti puasa ngebleng, bertapa bertahun-tahun, dan lain sebagainya. Tapi, dengan cara muthalaah, belajar. Mewiridkan kitab. Kalau di Pesantren Tebuireng ada tradisi mewiridkan khataman kitab Sahih Al Bukhari dan Muslim setiap bulan puasa sepanjang tahun. Sehingga Dafn Al Wujud dapat dilalui dengan kesabaran-kesabaran dalam menempuh keistiqamahan.

Dikisahkan, kesuksesan Nabi Ismail as menjadi wali mastur sekaligus masyhur karena ia berkata ketika hendak disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as,  ستجد نى إن شاء الله من الصابرين, moga-moga aku menjadi salah satu dari orang-orang yang sabar. Tetap dalam kesabaran ketika menghadapi realitas meskipun dalam posisi yang paling rendah, mendapat cobaan atau fitnahan.

Wallahul Musta’an.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Mursyid Menurut KHA Musta’in Syafiie

Artikel berikutnya

Bahasa, Menjadi Ciri Tafsir Genre

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
217

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
190

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
202

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
181

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
206

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
468

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
174

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
157

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Bahasa, Menjadi Ciri Tafsir Genre

Renungan Renungan Toponimi Wakadol

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply