• Terbaru
  • Populer

Mursyid Menurut KHA Musta’in Syafiie

15 Juli 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Mursyid Menurut KHA Musta’in Syafiie

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
15 Juli 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
382
VIEWS

Perkara mursyid menjadi salah satu persoalan penting dalam thariqah. Sama pentingnya, ketika seseorang bertanya tentang thariqah itu sendiri.

Tapi, untuk memahami thariqah, syariah, dan istilah-istilah lainnya dalam bahasa Arab memerlukan pengertian yang dalam. Tidak sekali ambil langsung paham. Karena, membutuhkan pemahaman (تفهم، تفقه) dari berbagai aspek bahasa dan istilah. Misal, kata fiqh (فقه) menurut bahasa berarti “paham” atau “mengerti”, tapi menurut istilah yang biasa digunakan dalam praktik-praktik hukum bisa berarti “hukum”. Begitu pula, dengan syariah dan seterusnya.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
152

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
155

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
161

Dialog Nabi Musa as dan Nabi Khidir as

Kontekstualisasi mursyid menurut KHA Musta’in Syafiie diambil dari kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as. Dua sosok nabi yang masyhur (Musa as) dan sosok nabi yang mastur (Khidir as). Keduanya, sama-sama “sakti” dalam porsi yang berbeda. Saling melengkapi. Meskipun, pada praktik “dafn al wujud” (menyembunyikan eksistensi diri), yang mastur bisa lebih dekat kepada Allah Taala daripada yang masyhur. Kalaupun masyhur lebih sakti, karena ia banyak menemukan realitas dan metode dalam memecahkan berbagai persoalan. Tentu, dengan syarat harus alim terlebih dahulu.

Masyhur digunakan untuk “nasyr al ulum” (menyebarluaskan ilmu), “nasyr al hadis” (menyebarluaskan hadis), atau “nasyr al sunnah” (menyebarluaskan sunnah), bukan untuk mencari followers yang banyak sehingga dapat duit yang banyak.

Di dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 17;

وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِيْن وَاِذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

Engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari sebelah kanan (goa), dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (goa) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. (Bagi) orang- orang yang diberi hidayah oleh Allah, maka dialah yang mendapat hidayah; (bagi) orang-orang yang disesatkanNya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang teman pun yang dapat memberi pinarah.

Sebagaimana diketahui, Nabi Musa as dikenal sebagai “nabi masyhur” yang sering mengandalkan nalar, nadhar, atau akal (logika) pikirannya, sementara Nabi Khidir as dikenal sebagai “nabi mastur” yang sering mengandalkan nalar, nadhar, atau akal (perasaan, hissi, dzauq, atau naluri) hatinya. Hati memiliki akal dan pandangan, karena memiliki logika tersendiri. Berbeda dengan (otak) pikiran yang lebih dekat kepada mata dalam memandang sebuah objek. Objek itu akan semakin jauh bila mata terpejam ataupun buta, meskipun pada akhirnya dekat setelah diraba dan dirasa.

KHA Mustai’in Syafi’ie dalam menafsirkan Al Quran surat Al Kahfi ayat 66, Nabi Musa as menggunakan bahasa yang sangat sopan dan mengosongkan diri dari keserbatahuan dirinya.

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa as berkata kepada Khidir as, “Bolehkah aku manut padamu agar engkau mengajarkan kepadaku ilmu pinarah?”

Nabi Musa as kepada gurunya, Nabi Khidir as tidak bertutur “Kiai, saya ingin berguru kepada Jenengan (Anda).” Tidak demikian. Bukan هل اتعلم منك atau على أن تعلم منك, tapi على أن تعلمن, menunjukkan dirinya kosong. Bodoh. Goblok blok, tidak mengerti apa-apa kalau tidak diberi ilmu oleh gurunya. Sehingga tutur yang disampaikan adalah هل اتبعك, “Aku manut”.

Maka, tutur selanjutnya dikatakan مما علمت رشدا, bukan مما علمت علما. Musa as minta diajarkan pinarah yang memiliki wisdom, kebijaksanaan, bukan sekadar ilmu. Jadi, adab menurut Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari itu bukan ilmu, tapi pinarah (رشدا). Ada kesopanan. Sebab, banyak orang berilmu di zaman sekarang yang sombong sehingga melupakan adab.

Melihat keinginan Musa as yang demikian kuat, Nabi Khidir as pun menyangsikan. Tapi, Nabi Musa as bersikukuh seraya berkata, ستجد نى ان شاء الله صابرا، “Engkau akan menjumpai calon muridmu ini orang yang sabar.” Nabi Musa as yang masyhur menonjolkan diri seakan ia sabar menerima pinarah dari Nabi Khidir as. Padahal, tiga kali mengikuti ujian Nabi Khidir, gagal. Tidak lulus.

Berbeda dengan nabi masyhur lainnya, Nabi Ismail as ketika hendak disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as.

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya pada pelipis(nya).

Nabi Ismail as menjawab, ستجد نى إن شاء الله من الصابرين. “Engkau akan menemukan diriku termasuk orang-orang yang sabar.”

Di dunia ini, banyak orang yang hebat, banyak orang yang sabar, banyak orang yang pandai. Mudah-mudahan, salah satunya aku. Sles! Nabi Ismail as lulus dari ujian dan langsung diganti oleh Allah Taala dengan qibas yang besar, gemuk, dan sehat.

Dengan demikian, mursyid menurut KHA Musta’in Syafiie adalah orang yang mampu mengajarkan wisdom, kebijaksanaan, sopan santun, dan adab. Bukan sekadar mampu mengajarkan kepandaian semata sehingga melupakan adab.

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Menjelajahi Kemarau Tetiba Hujan

Artikel berikutnya

KHA Musta’in Syafiie: Dafn al Wujud dalam Kesabaran

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
213

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
171

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
192

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
177

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
185

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
447

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
165

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
150

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

KHA Musta'in Syafiie: Dafn al Wujud dalam Kesabaran

Bahasa, Menjadi Ciri Tafsir Genre

Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In