• Terbaru
  • Populer

Membuka Ruang bagi Rekonsiliasi Kebudayaan

3 Februari 2024

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Membuka Ruang bagi Rekonsiliasi Kebudayaan

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
3 Februari 2024
dalam Budaya dan Agama
A A
140
VIEWS

Masalah kebudayaan seperti tak ada ujung karena kehidupan manusia di muka bumi belum juga usai. Budaya ada ketika manusia ada.

Budaya dalam arti perkembangan manusia dari satu entitas ke entitas lain, tanpa menghilangkan entitas pertama (akulturasi) serta entitas satu lebih dominan daripada entitas yang lain (asimilasi) terus berjalan seiring zaman dan perubahan yang datang.

ArtikelLainnya

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
155

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
161
Buku Samber Nyowo

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

6 April 2023
213

Perubahan budaya dapat terus berlangsung selama muncul entitas yang lain. Misal, pada masa lalu, unggah ungguh bisa diartikan dengan membungkukkan badan kepada orang yang lebih dihormati, namun berbeda ketika zaman tidak lagi mengharuskan untuk membungkukkan badan.

Kristalisasi Ideologi

Pada dasarnya, ideologi terbentuk secara alami untuk menciptakan keteraturan keteraturan hukum dan adat istiadat. Namun, pada proses yang lebih massif dan terorganisir, ideologi diajarkan secara terus menerus di dalam disiplin. Di dalam disiplin ini kemudian muncul pemaksaan pemaksaan yang menyimpang, pejoratif. Penyimpangan ideologi dapat terjadi manakala praktik praktik ideologi berlaku dalam organisasi tertentu, baik birokrasi, militer, maupun masyarakat. Penyimpangan ideologi ini berlaku manakala cita cita awal untuk menjunjung tinggi ide ide universal seperti keselamatan jiwa dan keyakinan, keamanan, kesejahteraan ekonomi, serta kemakmuran masyarakat tidak lagi sesuai. Kesesuaian ideologi tersebut dapat diukur melalui kenyamanan kenyamanan pelaku dan anggota ideologi tersebut. Dan, kesesuaian biasanya tertulis dan ujaran ujaran secara turun temurun. Misal, larangan merusak ekosistem sungai yang tertulis di dalam sebuah prasasti atau yang sudah tertulis di dalam lembaran lembaran kertas dan buku. Apabila larangan tersebut tidak lagi sesuai dengan norma atau aturan aturan yang tertulis tersebut, maka ideologi bisa dianggap menyimpang, meskipun dengan tujuan tujuan yang baik.

Adat dan Agama

Salah satu syarat eksistensi sebuah agama adalah kitab suci. Kitab yang dijadikan sebagai pedoman umum bagi umat pemeluk agama. Norma norma yang berlaku umum dan tidak tercatat atau tertulis di dalam kitab suci hanya bisa dikatakan sebagai adat istiadat.

Dari perbedaan antara yang tertulis dan tidak tertulis tersebut, maka dapat dipahami antara keduanya. Jika muncul pertanyaan, “Apakah adat istiadat yang tertulis tidak bisa dikatakan sebagai agama?” Secara sederhana, biasanya hanya dipahami sebagai tradisi. Tradisi adalah norma norma masyarakat yang berlaku umum secara turun temurun.

Dengan demikian, dapat diperbandingkan antara adat dan agama.

Baik adat istiadat maupun agama memiliki makna makna pesan yang bersifat universal. Dikatakan universal karena dapat memiliki kesamaan nilai seperti menjunjung tinggi nilai nilai kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, kemanusiaan, keadilan, dan lain sebagainya. Meskipun, pada praktik praktik keduanya, setiap masyarakat memiliki adat masing masing dan penghayatan agama masing masing yang terimplementasikan ke dalam tradisi.

Ideologi yang sudah terorganisir di dalam suatu lingkungan masyarakat akan dikatakan langgeng, lestari, atau yang dihidupkan (uri uri). Namun, friksi friksi yang muncul kemudian karena faktor eksternal semisal ideologi yang dibawa oleh suku-bangsa lain, baik tertulis maupun tidak, telah menimbulkan resistensi yang memicu pertikaian dan konflik. Tradisi yang sudah berlangsung lama di dalam lingkungan masyarakat Jawa misalnya sehingga membentuk suatu pola dan sistem budaya sendiri dalam wilayah kerajaan tertentu, kemudian secara sadar atau tidak telah muncul perbedaan pandangan yang menjurus kepada konflik. Masyarakat Jawa yang semula tidak memiliki klasifikasi dan polarisasi warna warna kelompok kemudian dipecah menjadi kelompok santri, kelompok abangan, dan kelompok priyayi. Padahal, pada awalnya, tidak ada klasifikasi demikian. Faktor eksternal lah yang menyebabkan kemunculan polarisasi tersebut.

Perbedaan pandangan yang disebabkan oleh polarisasi, tipologi, atau klasifikasi tersebut mulai tampak cair seperti sediakala manakala muncul kehidupan baru berupa Indonesia. Manusia Jawa yang terbelah oleh polarisasi tersebut mulai cair dan membaur sama sama ke dalam kehidupan manusia Indonesia. Penghayatan penghayatan baru terhadap adat dan agama pun mengalami proses akulturasi dan asimilasi.

Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan jika ada peluang untuk memberi ruang rekonsiliasi melalui dialog dan interaksi sosial.

Tengah Tani, 3/2/24.

Artikel sebelumnya

Wanita Serigala dan Wanita Elang Bagian-2

Artikel berikutnya

Memaknai Perjalanan dalam Konstelasi Kehidupan Sehari hari

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
171

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
192

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
177

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
185

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
447

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
165

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
150

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

7 Oktober 2022
150

Corak metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari memiliki banyak kesamaan sehingga dapat memunculkan asumsi Walisongo yang tak pernah sembilan. Tradisi Buddha...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Memaknai Perjalanan dalam Konstelasi Kehidupan Sehari hari

Budaya Jauh Lebih Penting daripada Sekadar Kesenian Panggung

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply