• Terbaru
  • Populer

Peta Geopolitik Hadarat Al Islam (Bagian 9)

23 April 2022

Pesantren dan Kesinambungan Peradaban

21 Desember 2025

Mengapa Pancasila harus Diselamatkan oleh Soeharto?

6 Oktober 2025

Kala Pikiran Menemukan Keabadiannya dalam Goresan Tangan

3 Oktober 2025

Mengenal Guk Ri, Sosok Ketua IKAPETE MUSIRAWAS

1 Agustus 2025

Juru Bicara Alumni Pesantren Tebuireng Lubuklinggau Usulkan Pemekaran PWNU Sumsel Barat

25 Juli 2025

Juru Bicara Alumni Melaporkan Kesiapan Alumni Tebuireng di Lubuklinggau

14 Juli 2025

PCNU Lubuklinggau Siap Gelar Konfercab ke-6, Alumni Tebuireng Mendominasi

13 Juli 2025

AKBP Ardi Kurniawan: Wajah Rembulan di Kota Santri

12 Juli 2025

Siap Datangkan Investor, Mantan Ketua KPUD Mantap Majukan Ekonomi Maslahat NU Lubuklinggau

12 Juli 2025

Tidak Memilih Siapa Pemenang, Lima Alumni Tebuireng Sepakat Pilih yang Siap

11 Juli 2025

Mendapat Restu dari Tebuireng, Pimpinan Ponpes Mafaza Siap Pimpin NU Lubuklinggau

10 Juli 2025

Masih Satu Alumni, 5 Kandidat Siap Bersaing Secara Sehat

9 Juli 2025
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Peta Geopolitik Hadarat Al Islam (Bagian 9)

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
23 April 2022
dalam Budaya dan Agama
A A
188
VIEWS

Dinasti Murabithun (1040-1147 Masehi)

Al Murabithun adalah sebutan yang dinisbatkan kepada suku-bangsa Barber yang berkuasa di Maroko. Dinasti ini didirikan oleh Abdullah ibn Yasin pada abad ke-11. Wilayah kekuasaannya membentang dari Barat Maghrib hingga Andalusia. Ibukotanya adalah Marakesh, didirikan pada 1062 Masehi.

ArtikelLainnya

Pada Siklus Pemberdayaan yang Semestinya

31 Juli 2023
152

Namun Sayangnya, Budaya Bukan Sebatas Pakaian Tradisional

31 Juli 2023
155

Kebahagiaan Harus Berjalan Wajar

30 Juli 2023
146

Warisan Keteladanan dari Masa Mpu Sindok

13 Juli 2023
164

Hadarat Al Islam terus menyinari Bumi Afrika bagian Barat. Suku-bangsa Barber yang dipandang brutal dan penuh karut marut tumbuh dalam kesuburan budaya.
Kini, pohon rindang kebudayaan itu telah terkubur sejak ribuan tahun yang lalu. Anak-anak Benua Hitam itu menjadi suku-bangsa terjajah dan terasing. Mereka menjadi budak-budak di berbagai negara, terutama di Benua Amerika. Negro adalah sebutan yang menyakitkan bagi mereka.

Barber atau Barbar berasal dari kata “Barbarosa” adalah sebutan suku-bangsa Romawi bagi kalangan di luar lingkaran mereka. Suku-bangsa Romawi memandang mereka sebagai suku-bangsa liar, tak berbudaya.

Dr. Raghib as-Sirjani dalam karyanya “Qisshoh Al Andalusi min Al Fath ila Al Suquth” menceritakan; Yahya bin Ibrahim Al Judali bersama Abdullah bin Yasin berperan besar dalam mendirikan Dinasti Murabithun. Ia melakukan perjalanan ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus menuntut ilmu. Sepulang dari Mekah, ia merangkul suku-suku-bangsa Shanhaja, Judalah, dan Lamtuni. Tiga suku-bangsa yang akhirnya menjadi basis pergerakan keagamaan dan cikal bakal Dinasti Murabithun dalam menata kehidupan sosial.

Setelah Yahya bin Ibrahim wafat, Abdullah bin Yasin menawarkan kepemimpinan kepada Jauhar Al Judali meskipun ditolak. Akhirnya, Abdullah bin Yasin menawarkan kembali dan diterima oleh Yahya bin Umar Al Lamtuni pada 1053 Masehi. Mereka mulai menapaki Utara Senegal hingga wilayah Selatan Moretania. Di wilayah selatan ini pula, Abdullah bin Yasin gugur dalam suatu peperangan melawan suku-bangsa Barghowatah, sekutu suku-bangsa Barber pada 1059 Masehi.

Meskipun Ajid Thohir dalam bukunya “Studi Kawasan Dunia Islam” menyebutkan karakteristik Afrika Utara secara etnografi sudah ter-Arab-kan, namun watak dasar suku-bangsa Barbar masih membekas kuat, seperti suku-bangsa Mesir yang masih mengagungkan Dinasti Firaun (Ptolemi) daripada suku-bangsa Arab. Kalaupun ada tersurat di dalam Al Quran-Firaun mendapat stigma negatif-tapi itu Firaun zaman Musa As. Hanya saja stigma otoritas keagamaan secara formal telah didominasi oleh bahasa dan budaya Arab.

Meskipun Ajid Thohir dalam bukunya “Studi Kawasan Dunia Islam” menyebutkan karakteristik Afrika Utara secara etnografi sudah ter-Arab-kan, namun watak dasar suku-bangsa Barber masih membekas kuat, seperti suku-bangsa Mesir yang masih mengagungkan Dinasti Firaun (Ptolemi) daripada suku-bangsa Arab. Kalaupun ada tersurat di dalam Al Quran-Firaun mendapat stigma negatif-tapi itu Firaun zaman Musa As. Hanya saja stigma otoritas keagamaan secara formal telah didominasi oleh bahasa dan budaya Arab.

Dinasti Al Murabithun mengalami masa keemasan ketika Yusuf bin Tasyfin (1061-1107 Masehi) berkuasa. Ia memperluas wilayah kekuasaannya hingga Maroko dan Andalusia. Ia membangun masjid-masjid, di samping ia juga mampu menjaga kesalehan-kesalehannya. Dengan demikian, kemajuan-kemajuan politik, ekonomi, dan keagamaan berkembang dengan pesat. Iapun mampu membangun hubungan antaragama dengan baik.

Namun, sejak kepemimpinan puteranya, Ali, kemunduran berjalan secara gradual. Terutama, ketika Yusuf bin Tasyfin mulai menjauh dari panggung politik. Ali bin Yusuf lebih mementingkan Islam secara formal sehingga banyak orang alim yang menjadi pejabat negara kurang memperhatikan keragaman dan kebudayaannya.

Tak lama kemudian, pemberontakan-pemberontakan mulai bermunculan seperti pada peristiwa Qotonda dan Caleia di Andalusia. Pemberontakan di Andalusia terjadi karena ada kewajiban membayar upeti yang besar bagi warga Yahudi dan Nasrani.

Dinasti Muwahidun (1121-1269 Masehi)

Al Muwahidun adalah sebutan bagi organisasi yang didirikan oleh Muhammad bin Tumart (1077-1130 Masehi), Jama’ah Al Muwahidun yang berorientasi paham “ketuhidan”. Dinasti ini adalah pesaing utama Dinasti Al Murabithun di Maroko setalah Muhammad bin Tumart menabalkan diri sebagai Al Mahdi (Mesiah), Sang Juru Selamat.

Dinasti Muwahidun (1121-1269 Masehi)
Al Muwahidun adalah sebutan organisasi yang didirikan oleh Muhammad bin Tumart (1077-1130 Masehi), Jama’ah Al Muwahidun yang berorientasi paham “ketuhidan”. Dinasti ini adalah pesaing utama Dinasti Al Murabithun di Maroko setalah Muhammad bin Tumart menabalkan diri sebagai Al Mahdi (Mesiah), Sang Juru Selamat.

Suku-bangsa Barber Zaneta yang tersingkir akibat naiknya suku-suku-bangsa yang berhasil disatukan oleh Dinasti Murabithun menjadi kendaraan utama Muhammad bin Tumart dalam menjalankan visi dan misi gerakannya. Jika diorientasikan pada masa sekarang bisa masuk kategori Islam Garis Keras.

Almohad sebutan bagi Al Muwahidun adalah Dinasti Barrber Zaneta yang mematahkan kekuasaan Dinasti Al Murabithun atau Almoravid. Gerakan Almohad cukup efektif sehingga berhasil menguasai hampir seluruh Afrika Utara.
Muhammad bin Tumart dilahirkan pada tahun 1080 Masehi ketika Yusuf bin Tasyifin masih berkuasa. Muhammad lahir dari keluarga fanatik dari suku-bangsa Barber Masmudah.

Pada mulanya, Muhammad bin Tumart
meninggalkan Afrika Utara, merantau ke berbagai negeri-negeri. Ia berguru kepada ulama-ulama garis keras dari kalangan Syiah, Khawarij, dan Mu’tazilah selama 13 tahun.

Pada 1118 Masehi, Muhammad bin Tumart kembali Afrika Utara. Dengan kefasihan berbahasa Arab, ia memprovokasi suku-bangsa Barber Zaneta dengan propaganda “Tauhid” dan “Syariah”. Iapun menentang setiap kegiatan-kegiatan tradisi dan cenderung intoleran. Tak segan-segan, ia turun ke pasar memecahkan bejana-bejana minuman khamar di warung-warung, menghancurkan alat-alat musik, serta memukul orang-orang yang tidak sesuai dalam pandangannya. Ia bertekad untuk memurnikan ajaran Islam di Afrika Utara. Ia beranggapan dalam menegakkan kebenaran serta memberantas kemungkaran harus dilakukan dengan kekerasan. Intensitas gerakannya kemudian luas mendapat dukungan dari suku-suku-bangsa yang anti-Murabithun. Mereka mengklaim hanya golongan Jamaah Al Muwahidun yang tidak menyimpang dari akidah dan Tauhid. Ia beranggapan hanya kelompok mereka yang meng-Esa-kan Allah, sementara kelompok lain sesat dan menyimpang.

Muhammad bin Tumart menggunakan ajaran Syiah ketika menuduh kelompok lain meyimpang dari Tauhid. Ia mengajak Jamaah Al Muwahidun berjihad melawan pemerintahan Al Murabithun.

Dalam melakukan gerakan politiknya, Muhammad bin Tumart menghalalkan berbagai cara karena ia mempelajari berbagai akidah aliran keras yang dimasukinya.

Oleh karena itu, Muhammad bin Tumart mengaku maksum (bersih dari dosa), menghimpun hadis-hadis yang digunakan untuk melegitimasi dirinya, memanfaatkan pengikutnya yang awam untuk melakukan tindakan-tindakan anarkistis, menuduh Dinasti Al Murabithun sebagai pelaku bid’ah dan “mujassimah”, dan terakhir mengangkat dirinya (Muhammad bin Tumart sebagai Imam Mahdi Al Muntazhar (yang ditunggu-tunggu).

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: BarbarBarbarosaBarberMurabithun
Artikel sebelumnya

Orang-orang yang Dibesarkan oleh Pak Ud

Artikel berikutnya

Nasionalisme adalah Puncak Spiritualitas Umat

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Harlah Dan Bedah Buku Samber Nyowo Di Rumah Masa Kecil Presiden Sukarno

Buku Samber Nyowo
6 April 2023
214

Bedah buku Samber Nyowo akan digelar pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Pangeran Samber Nyowo ke-298 di Situs Ndalem Pojok rumah...

Selanjutnya

Keprihatinan Buya Husein Muhammad pada Aspek Budaya

9 Januari 2023
172

Sedikit tapi mengena. Buya Husein Muhammad mengemukakan perlunya kerja kerja penerjemahan. Karena, dengan kerja kerja penerjemahan tersebut pengetahuan dan budaya dapat...

Selanjutnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
195

Tradisi referal telah menjadi salah satu ciri suku-bangsa Arab karena memiliki ingatan yang kuat. Mereka bisa hafal silsilah nenek moyang hingga...

Selanjutnya

Mazhab Maliki: Dari Madinah, Damaskus, hingga ke Cordova

26 Desember 2022
177

Dokumentasi hadis Rasulullah Saw bermula di Madinah ketika kitab Al Muwattha lahir dari tangan Imam Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki. Sebagian...

Selanjutnya

Memaknai Desember Bulan Gus Dur

6 Desember 2022
186

Hak hak adat (ulayat) memiliki aturan tersendiri di dalam khazanah dan referensi hukum di Indonesia. Hukum Adat di samping Hukum Islam...

Selanjutnya

Terkuak, Ini Jawaban Teka Teki dan Asal Usul Dapunta Hyang

Foto koleksi pribadi Andri Novanto Musirawas
12 November 2022
448

Satu suku-bangsa sudah dianggap maju apabila memiliki aksara sendiri. Tidak semua suku-bangsa yang ada di Nusantara memiliki aksara sendiri. Meskipun, memiliki...

Selanjutnya

Memanusiakan Jejak Jejak Sejarah Sriwijaya

11 November 2022
166

Menarik jejak petualang Manusia Sumatera coba dianalisis dengan memanusiakan jejak jejak sejarah Sriwijaya dalam tulisan ini. Para sejarawan sering menulis menurut...

Selanjutnya

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022
153

Setiap kata pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri yang tiba tiba turun dari langit. Setiap kata memiliki ruang realitas sejarahnya sendiri,...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Nasionalisme adalah Puncak Spiritualitas Umat

Menggapai Lailatul Qadar, Bagaimana Caranya?

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Net26.id

Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • Agama
    • Budaya dan Agama
    • Ekonomi
    • Industri dan Perdagangan
    • Pendidikan dan Wisata
    • Politik dan Hukum
    • Sejarah dan Sastra
    • Sosial dan Olahraga
    • Teknologi dan Lingkungan
    • UMKM
    • Wisata
  • Khusus
    • Berita Khusus
    • Tafsir Genre Buya Syakur
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply